Matahari perlahan meninggi, memantulkan cahaya menyilaukan di atas permukaan laut yang biru jernih. Setelah menikmati kopi pagi di teras, aku dan North memutuskan untuk menghabiskan waktu di ruang baca lantai dua vila, yang dikelilingi oleh rak-rak buku besar dan jendela panorama menghadap langsung ke arah tebing.
Aku duduk di sofa beludru sambil membaca sebuah buku seni, sementara North sibuk memeriksa beberapa dokumen pekerjaan di meja kerjanya tidak jauh dariku. Suasana di dalam ruangan terasa begitu tenang, diiringi suara desiran angin laut dari luar.
Namun, ketenangan itu mendadak terusik ketika ponsel di atas meja kerja North berdering tajam.
Pria itu menghentikan gerakannya, melirik layar ponsel yang menyala terang. Alisnya langsung menaik tajam, membentuk garis tegas di keningny