"Mereka tidak jadi melakukan transaksi di pesta itu, tapi setengah jam lagi di pelabuhan selatan port of Chicago."
Allyssa membelalakkan matanya. Jantungnya bagai dicopot saking terkejutnya. Tanpa banyak bicara Allyssa langsung menuruni tangga untuk menemui sang ayah. Dan oh ayolah! Itu semua tidak mungkin. Allyssa sudah menyelidiki semuanya lima bulan lamanya, ia benar-benar yakin bahwa transaksi antara RDG dan Chao Xiang akan berlangsung di pesta hari Minggu nanti. Lantas kenapa semuanya bisa jadi berubah begini?
Sesampainya di bawah, Allyssa melihat sang ayah yang tengah memusatkan atensinya pada sebuah layar besar di dinding yang sedang menampilkan suasana pelabuhan selatan Port Of Chicago yang dikelilingi oleh banyaknya pengawal dengan baju serba hitam.
"b*****t!" umpat laki-laki tua itu lalu pandangannya bertemu dengan netra Allyssa di satu titik yang sama. "Aku sudah dapat menduga sejak awal bahwa kau belum lantas berada di sini, di posisi ini!"
Pandangan Allyssa kembali mengarah ke layar. "Apa ayah yakin bahwa mereka melakukan transaksi dengan Chao Xiang?"
"Dengan siapapun transaksinya, tugas utama kita bukan menangkap dengan siapa mereka bertransaksi, tapi tugas utama kita adalah menangkap gembong mafia narkoba terbesar di Amerika, RDG!"
"Aku sudah memeriksa semuanya bahwa mereka tidak akan melakukan transaksi apapun selain dengan Chao Xiang di pesta pembukaan Kingsley Company nantinya." Allyssa berusaha menjelaskan, meskipun ia tahu bahwa apa yang dia jelaskan saat ini tidak akan berguna, tidak akan mampu meredam amarah sang ayah.
"Kami berhasil mendapatkan informasi dari salah satu anak buah Chao Xiang bahwa transaksi yang mereka lakukan memang dilakukan dengan RDG." Arlo, laki-laki bertubuh jangkung dengan mata sipit itu menjelaskan. "Leonardo sendiri yang ikut dalam transaksi kali ini."
"Berpuluh tahun aku mencoba menangkap dan melumpuhkan mereka. Dari sebelum jaman Leonardo menjadi pemimpin RDG itu sendiri. Ku habiskan waktuku untuk menyelesaikan misi ini sampai aku rela meninggalkan istriku di California. Tapi sekarang, misi ku dihancurkan oleh anakku sendiri. Lelucon macam apa ini?" Maxime Orion Bellamy menatap Allyssa dingin. Ia pun berbalik lalu memasukkan peluru ke dalam senapan miliknya. "Memang lebih bagus kau tinggalkan suamimu dan kembali ke California dan jualan kue saja sama ibumu."
"Aku yakin sekali, ayah. Aku sudah memastikan semuanya. Chao Xiang akan hadir di pesta sesuai dengan apa yang suamiku katakan. Hanya ada lima perusahaan yang akan datang ke —" ucapan Allyssa terputus kala atensi semua orang fokus ke depan layar. Di sana, tampak ada beberapa mobil hitam berhenti dan baru saja parkir di depan gerbang pelabuhan.
Leonardo Xavier Rodrigo — dalam balutan sweater hitam dan mantel tebal berjalan mengitari mobil dengan langkah gagahnya yang sangat khas, dan itu sedikit membuat Allyssa berdebar.
Allyssa menelan ludahnya dengan tangan yang mengepal erat oleh rasa bersalah dan kesal yang berkobar. Apa yang ayahnya katakan tidaklah salah, dia memang sangat bodoh. Seharusnya ia bekerja dan berusaha lebih keras lagi. Ia sangat mengerti bahwa ayahnya sudah memburu RDG sejak dulu. Menyamar menjadi seorang karyawan untuk memata-matai Danuell Rodrigo sudah ia lakukan, menyamar menjadi seorang pengedar narkoba pun sudah ia lakukan. Segala bentuk usaha yang bisa memungkinkannya untuk menangkap para mafia itu sudah ia lakukan, tapi hasilnya tetap zonk.
Allyssa sudah kehabisan cara agar bagaimana caranya sekali saja ia bisa bertemu dengan Leon. Hingga akhirnya ia tahu bahwa Leon akan menggunakan kereta api menuju O'Hare. Allyssa berhasil satu bar dengan laki-laki itu hingga akhirnya tidur bersama.
"Bersiap sekarang." Maxime kenapa seluruh anak buahnya.
"Ayah, kita tidak bisa menyerang mereka tanpa persiapan sama sekali." Allyssa mengingatkan.
"Dan kita tidak punya persiapan sama sekali berkat siapa?" sindir Arlo.
"Ini tidak akan menjadi transaksi terakhir mereka, ayah. Masih akan ada, ada, dan ada lagi. Kita tidak bisa datang begitu saja untuk meringkus mereka. Kau tahu sendiri kalau kita akan gagal jika mendadak seperti ini."
"Lalu? Apa yang kau sarankan? Hanya diam dan menonton tanpa melakukan apapun?" Maxime menatap Allyssa tajam.
"Itu akan lebih baik daripada pergi tanpa persiapan apapun." Allyssa menjawab tidak kalah tajam.
"Gagal saat berada di Medan perang akan lebih baik dibandingkan gagal sebelum bertarung!" seru Maxime. "Kita tidak akan pernah tahu kapan mereka keluar kandang seperti malam ini."
"Tapi gagal sebelum bertarung setidaknya dapat menyelamatkan banyak nyawa anggota kita, ayah."
Maxime terdiam beberapa saat. Hingga pada akhirnya ia kembali pada pendiriannya untuk menyusul Leon dan Chao Xiang. Bagaimanapun ia bukan tipikal seseorang yang hanya duduk saja jika sudah melihat bukti yang ada. Allyssa pun menghela napasnya kemudian mengambil jaket miliknya untuk dipakai. Ia meraih senjata yang ia letakkan di dalam laci meja kerja miliknya kemudian berjalan di belakang Maxime.
"Kau tidak akan ikut dalam operasi malam ini." Maxime memutuskan.
"Aku bisa membantu —"
"Akan lebih membantu lagi jika kau tidak ikut dan tetap berada di sini."
"Tapi ayah —"
"Diam dan turuti apa perintahku, kalau kau tidak mau aku blacklist dalam misi ini."
Allyssa terdiam, hingga hening mengambil alih beberapa saat setelah semua orang berjalan keluar dari dalam ruangan mengikuti Maxime yang berjalan di depan mereka hingga pintu ruangan tertutup sepenuhnya.
"Jadi ..." Becca menghela napasnya. "Sia-sia saja kau menikahi laki-laki problematik dan tempramental itu, hm? Mungkin setelah ini kau tidak akan pernah diizinkan untuk turun ke lapangan lagi dan hanya mendekam seorang diri di dalam ruangan ini bersamaku, menonton siaran dari layar saja, atau menjadi istri yang baik dan patuh untuk Damian Anderson."
Allyssa tersenyum miring. "Tidak, Becca. Ini belum berakhir." Allyssa menopang tangannya di atas meja dengan atensi tajam ke arah layar. "Ini adalah awal untukku. Dan aku akan terus melakukan segala cara untuk dapat menangkap keluarga Rodrigo yang meresahkan."
****
Waktu dan tempat komentar di persilahkan.
Berikan cinta kalian untuk penulis, ya ❣️