“Kepolisian telah berhasil menangkap pimpinan jaringan narkoba internasional berinisial H. Tak hanya H, kepoli—“
Laura langsung menekan tombol merah pada remote televisi di kamarnya. Ia tak ingin lagi menonton berita yang terus menerus menyiarkan kabar tertangkapnya sang ayah.
Gadis itu mengusap wajahnya frustrasi. Ia tidak tahu apa yang harus dilakukannya kini. Sejak bangun tidur, ia hanya berbaring dan duduk di kamarnya tanpa melakukan apa pun. Hanya televisi yang menemaninya selama dua jam sejak kedua matanya terbuka. Namun, berkali-kali jarinya menekan tombol untuk mengganti siaran, berkali-kali pula ia melihat berita yang menyiarkan penangkapan sang ayah.
“Non, buka pintunya. Ayo sarapan dulu.” Terdengar suara Bi Asih di depan kamar Laura.
Sudah tiga kali wanita paruh baya itu