Laura mendengar suara rintihan dari luar. Ia pun mengintip keluar dari sebuah lubang ada di pintu besi itu. Di luar tak begitu terang. Hanya ada sebuah lampu kecil sebagai penerangan belakang markas Black, disertai cahaya rembulan malam.
Samar-samar Laura melihat sosok seseorang yang ia harapkan. Sosok yang pernah menolongnya di saat kritis dan genting beberapa hari lalu.
Adnan! Lelaki itu berdiri dengan gagahnya tak jauh dari tempat Black tersungkur. Hati Laura pun kembali bercahaya setelah temaram yang melandanya beberapa jam malam ini. Ia pikir Adnan tidak selamat akibat tabrakan yang disengaja oleh orang-orang suruhan Black. Ternyata lelaki yang disukainya itu tampak baik-baik saja.
Laura mengucap syukur dalam hati dan bernapas lega melihat kehadiran Adnan. Keselamatan lelaki itu