Mobil yang dikendarai Pandu terus melaju menuju suatu tempat yang menjadi markas salah seorang mafia narkoba. Di dalam mobil itu, Adnan dan Zahra hanya diam dan mencoba menebak-nebak ke mana sang paman akan membawa mereka.
Mereka pun sudah tiba di depan sebuah bangunan yang ditutupi oleh beberapa kontainer. Tak jauh di belakang mereka, beberapa mobil kepolisian juga sudah tiba di lokasi. Ponsel Pandu pun berdering.
“Kami sudah tiba, Pak!” lapor anak buah Pandu di sambungan telepon.
“Saya di dalam mobil hitam di depan kalian,” jawab Pandu, lalu kembali memasukkan ponselnya ke dalam saku celana.
“Ini tempat apa, Om?” tanya Zahra yang merasa takut melihat lokasi asing itu.
“Kalian tetaplah di mobil. Jangan ke mana-mana. Nanti ada petugas yang menjaga kalian di sini,” perintah Pandu.