Pandu sudah berusaha mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi, tetapi mobil yang mereka incar sama sekali tak terlihat. Bahkan ia sudah keluar dari jalanan sepi itu hingga menembus jalan raya. Anggota kepolisian itu pun mengurangi kecepatan.
“Sepertinya kita kehilangan jejak,” ucap Pandu menyesal karena terlambat tiba di tempat kedua keponakannya itu.
“Mobil itu langsung pergi setelah menabrak motor kami. Sulit untuk mengejarnya,” sahut Adnan.
“Maaf. Om terlambat.” Pandu tampak menyesal.
“Jadi, bagaimana nasib Mbak Laura? Apa tidak ada cara lain untuk mengetahui lokasi mereka, Om?” Zahra tampak sangat panik dan khawatir akan nasib teman barunya itu.
Pandu mengernyit mendengar nama Laura disebut.
“Laura?” gumamnya. Ia mencoba mengingat-ingat nama yang terdengar tak asing di