“Kamu ... mengkhawatirkanku?”
“Tentu saja aku khawatir temanku mengalami kejadian yang sama seperti waktu itu.”
Jawaban Adnan yang terdengar santai dan spontan itu membuat hati Laura sedikit kecewa. Apalagi mendengar kata ‘teman’. Ia berharap mendengar jawaban yang lain, yang menganggapnya sedikit lebih spesial di hati Adnan dibandingkan hanya seorang teman.
“Itu taksinya sudah datang,” ujar Laura dengan menutupi kekecewaannya, setelah sebuah mobil hitam dengan pelat yang sama seperti di aplikasi berhenti di dekat mereka.
Adnan mengangguk. “Hati-hati,” ucapnya.
Laura bergeming dan terus berjalan hingga masuk ke mobil tanpa suara.
‘Sungguh, aku berharap kamu tak hanya menganggapku sebagai teman,’ batin Laura sedih.
***
“Maaf, Pak. Sebenarnya siapa yang Bapak-Bapak tunggu? Ha