“Pak, ini sudah sampai di titik tujuan. Mau turun di mana?” tanya sopir taksi kepada dua orang pesuruh Hans yang menyusul Laura ke kampus.
“Terus saja telusuri kampus ini sampai kami menemukannya,” jawab salah seorang dari kedua lelaki berbaju serba hitam itu.
Seketika sopir taksi menepikan mobilnya. “Tidak bisa begitu, Pak. Ini sudah sampai di titik tujuan. Kalau saya mutar-mutar lagi, habis bensin saya,” jelas sopir taksi.
Kedua orang suruhan Hans itu pun saling berpandangan bingung.
“Sebenarnya tujuan bapak-bapak ini ke mana?” tanya sopir itu lagi.
“Kami mencari anak bos kami. Dia kuliah di sini.”
“Kampus ini besar, Pak. Kalau hanya tahu kampusnya, susah mencari. Di fakultas apa?”
Kedua anak buah Hans kembali saling berpandangan seperti orang bodoh.
“Ka-mi tidak tahu dia ku