Seseorang menarik tangan Laura hingga ia masuk ke sebuah lorong kecil yang memiliki pintu kayu yang sudah rusak.
Laura ingin menjerit, tetapi lelaki di hadapan yang menariknya langsung meletakkan jari di bibir agar gadis itu diam.
Laura pun diam mematung dan melebarkan kedua matanya melihat sosok yang berdiri di hadapannya kini. Adnan, lelaki itu yang telah menariknya. Dan kini jarak mereka begitu dekat berhadapan, membuat degup jantung Laura yang berdetak kencang akibat berlari, tiba-tiba semakin berdebar-debar aneh.
Adnan mendengar langkah kaki mendekat. Ia lantas menarik Laura untuk berjongkok karena bagian atas pintu kayu itu adalah kaca, yang sudah pecah sebagian. Hal itu bisa membuat pria-pria asing itu melihat mereka jika terus berdiri.
Laura berjongkok dengan napas terengah