Laura kembali dari liburannya setelah lima hari berada di Batam. Ia sedikit mengubah penampilannya yang seperti artis, menjadi lebih casual. Dari pintu ruangan, ia sudah tersenyum pada Aisyah, yang selalu datang lebih dulu dibandingkan dirinya. Ia langsung duduk di samping gadis berkerudung itu dan menyodorkan sekotak cokelat padanya.
“Apa ini? Sogokan?” tanya Aisyah.
“Iya. Sekaligus permintaan maaf karena membuat temanku ini khawatir,” jawab Laura.
Aisyah mencubit gemas lengan temannya itu, lalu membuka kotak cokelat yang diberikan padanya.
“Ada satu lagi?” tanya Aisyah sambil mengangkat kotak itu.
Laura mendelik mendengar pertanyaan itu keluar dari bibir Aisyah.
“Kecil-kecil makannya banyak, ya!” gurau Laura.
“Bukan untukku.”
“Terus?”
“Itu ....” Aisyah mengarahkan dagunya