Suasana di dalam mobil berwarna merah metalik milik Laura terasa canggung. Kedua insan berlawanan jenis itu sama-sama merasakan debaran di dalam d**a yang belum pernah mereka rasakan. Adnan dan Laura membisu, tak saling berbicara dan tenggelam dalam pikiran masing-masing.
Berada berdua di dalam mobil bersama wanita yang bukan mahramnya membuat Adnan terasa canggung. Ia juga takut jika timbul fitnah dari keadaan mereka saat ini. Terlebih, ketika ia menolong Laura dan terpaksa menggendong gadis itu di punggungnya.
Namun, Adnan merasa hal itu darurat dan harus ia lakukan demi keselamatan mereka. Termasuk mengemudikan mobil teman kuliahnya itu untuk mengantarnya ke rumah sakit hingga ke rumah gadis itu. Adnan pun terus beristigfar dalam hati agar Allah mengampuni dosa-dosanya ini.
Sement