“Polisi sudah mengendus keberadaan kita kemarin. Batalkan semua transaksi untuk sementara,” perintah lelaki yang dikenal dengan nama Hans itu kepada para anak buah yang setia bekerja dengannya.
“Tapi tiga hari lagi ada transaksi besar dari Bos Frenky, Bos,” sela salah satu orang kepercayaan Hans.
“Kamu mau polisi-polisi itu menangkap kita?!” dengan Hans dengan raut marah.
Bawahannya seketika menunduk dan menggeleng takut. “Tidak, Bos!”
“Untuk saat ini, kebebasan kita lebih penting. Jangan sampai demi transaksi ini, kita semua tertangkap oleh polisi sialan itu!” ujar Hans dengan tatapan tajam seolah ingin menerkam Pandu. Sosok polisi yang memimpin penangkapannya selama ini.
“Tapi, dari mana polisi-polisi itu tahu transaksi kita kemarin?” tanya salah seorang kaki tangan Hans.
Hans