“Siapkan barangnya!” perintah lelaki bertubuh tinggi yang masih menjadi buronan kepolisian kepada anak buahnya.
“Sudah, Bos!” jawab salah satu dari dua kaki tangannya.
Hari ini mereka akan kembali melakukan transaksi penjualan sabu di sebuah tempat tersembunyi agar tidak bisa dilacak oleh kepolisian. Ketiga orang itu, diikuti oleh lima orang anak buah lainnya pun masuk ke satu mobil hitam besar yang sudah diubah nomor pelat mobilnya, menuju suatu tempat yang sudah dijanjikan bersama pembeli. Beberapa kilo barang haram pun sudah dimasukkan ke dalam koper hitam yang diletakkan di bagasi.
Mobil itu meluncur menuju sebuah bangunan tua bekas sebuah pabrik ikan kalengan di tempat terpencil, yang sudah terbengkalai selama lebih dari sepuluh tahun. Tiga puluh menit perjalanan, akhirnya merek