Laura berdiri di balkon kamarnya di lantai dua. Ia menatap bintang-bintang yang tampak indah bersinar menemani rembulan yang bersinar cerah di tengah ramainya kelip bintang itu. Ia merasa dirinya seperti bulan di atas sana. Bukan sinarnya, tetapi kesepiannya. Gadis malang itu merasa sangat kesepian di tengah keramaian yang ada di sekeliling hidupnya.
Tak ada ibu, ataupun ayah yang menemani hari-harinya. Tak ada tempat bercerita selain boneka beruang besar yang selalu menemani tidurnya. Tak ada teman yang benar-benar bisa dijadikan tempatnya mengadu atas semua permasalahan yang sedang ia hadapi saat ini. Sebab, Laura tak ingin seorang pun tahu bahwa ayahnya adalah seorang pengedar barang haram yang merusak generasi yang menggunakannya.
Bagi Laura, hal tersebut adalah aib yang harus ia t