“Saya tidak tahu di mana papa saya berada.” Laura duduk dengan kesal di hadapan petugas kepolisian yang sedang menginterogasinya siang ini. Perutnya yang sudah protes sejak tadi untuk diisi, tak lagi ia hiraukan. Nafsu makannya hilang saat sang ayah menelepon dan memintanya menemui orang tua itu di belakang gedung Taill.
“Kamu baru saja dari gedung Taill. Bertemu dengan siapa?” tanya petugas. Di sudut ruangan, Pandu, yang memimpin penangkapan ayah Laura berdiri memperhatikan gadis itu.
“Aku tidak dari mana-mana. Di rumah saja sejak pulang kuliah,” jawab gadis itu tanpa ragu.
“Jangan bohong! Kami jelas-jelas melihatmu berlari meninggalkan lokalisasi di belakang gedung itu.”
“Terserah!” balas Laura dengan rasa malas meladeni pertanyaan-pertanyaan petugas. Di pertanyaan berikutnya, ia t