“Ups! Sepertinya ada yang berbicara barusan. Apakah perpustakaan ini ada hantunya?” ujar Laura tanpa melihat tatapan Adnan yang begitu kesal.
“Kamu—“ Adnan nyaris menumpahkan kekesalannya. Namun, ia segera sadar sedang berada di dalam perpustakaan hingga harus tetap menjaga keheningan.
Adnan pun memilih untuk pindah ke meja lain, menghindari Laura yang mengganggu konsentrasinya.
Laura melirik Adnan. Setelah pemuda itu duduk di meja lain, gadis itu segera bangkit membawa bukunya menuju meja yang ditempati Adnan. Ia segera duduk di hadapan lelaki itu.
Adnan meliriknya tajam sambil berkata pelan tetapi penuh penekanan. “Kenapa kamu mengikutiku?”
Laura yang berpura-pura membaca lantas menurunkan buku dari depan wajahnya dan memandang Adnan tanpa rasa bersalah.
“Siapa? Kamu bicara den