Laura terus berlari di dalam gang sempit untuk menghindari tiga pemuda asing yang masih mengejarnya. Tiba-tiba, tangannya ditarik oleh seseorang ke samping dan menutup mulutnya rapat-rapat.
Sepasang mata Laura langsung terbuka lebar kala melihat sosok lelaki di hadapannya. Lelaki itu meletakkan satu jari di bibirnya untuk mengisyaratkan agar Laura tenang dan tidak berkata apa-apa hingga ketiga pemuda tadi melewati mereka.
“Papa?” ucap Laura pelan ketika lelaki di hadapannya mengintip untuk memastikan ketiga orang tadi sudah benar-benar pergi, lalu melepaskan tangannya dari mulut sang anak.
“Laura, ayo ikut Papa!” pinta lelaki itu.
Laura mengikuti langkah sang ayah ke sebuah tempat yang tampak seperti gudang tak terpakai. Aroma debu dan pesing terasa menyengat kala Laura masuk ke temp