"Maaf atas kesalahan aku Yah... Aku berjanji jika aku tertangkap nanti, aku tak akan membocorkan bisnis Ayah" Kata Eden's (merasa sangat bersalah dan kacau).
Haris terdiam sejenak tanpa kata dan hanya memalingkan wajah lalu menghela nafas teramat dalam.
"Kamu akan ayah terbangkan ke luar negeri, tempat di mana ayahmu ini di lahirkan" Kata Haris (dengan tatapan kosong).
Karena kedua kalinya Haris akan kehilangan anaknya, sebagai seorang ayah ia pasti merasakan kesedihan.
" Dan kamu akan memakai nama asli ayah di sana, Ayah akan urus semuanya dan kamu bukan lagi Eden's Jonathan tapi Rangga Saputra ". Lanjut Haris sambil menepuk pundaknya Eden's dan memapahnya berdiri.
Dan kini Eden's Jonathan berubah menjadi Rangga Saputra, itu adalah nama kecilnya Haris Jonathan. Semua data Eden's di palsukan dan ia akan di terbangkan ke luar negeri hari itu juga.
Eden's pun eeeeh... Rangga pun berkemas unutk berangkat, ia di antar oleh ajudan ayahnya dan masuk ke dalam mobil.
"Pak!! Saya akan di pindahkan ke mana? Emang tempat asal ayah saya di mana? " Tanya Rangga kepada ajudan ayahnya (di dalam mobil)
" Kamu akan di terbangkan ke Indonesia, disitulah tempat ayahmu berasal " Jawab Ajudan
"Oh... Baru tahu saya, kalau ayah saya dari sana " Kata Rangga (agak heran) "terus kenapa saya di data ini sangat muda? " Rangga lanjut tanya.
"Agar semakin sulit bagi kepolisian seluruh dunia mengenali anda" Jawab Ajudan.
" Tapi, apakah ini tidak terlalu muda?. Dan kenapa saya harus sekolah lagi, itu sungguh membosankan " Rajuk Rangga (mengeluh).
"Sudahlah, turuti saja rencana ayahmu. Ini juga demi dirimu" Kata Ajudan memotong keluhan Rangga. " Kita sudah sampai, bersiaplah untuk naik pesawat " Lanjut Ajudan.
Rangga pun di terbangkan ke Indonesia, negara asal ayahnya. Apakah aku akan aman di sana? Apakah aku bisa kembali lagi? Mungkinkah ayahku akan menemuiku nanti?. Dalam hati rangga di penuhi pertanyan yang diapun sudah tahu jawabanya. Sejauh mana pun ia berlari pasti suatu saat akan ketahuan tentang dirinya yang seorang pembunuh bayaran.
****
Selamat datang di Indonesia, Rangga pun tiba di tempat tujuan.
"Kamu langsung ke rumah, ini alamatnya". Kata ajudan ayahnya (menyodorkan alamat) " Saya akan mengurus surat pindahmu ke sekolah yang nanti kamu akan sekolah di sana" Lanjut ajudan.
"Ya... Baiklah" Jawab Rangga (mengambil alamat itu) dengan wajah tak bersemangat.
" Dan ingat! Mulai sekarang saya akan menjadi ayah kamu, jadi mulai sekarang panggil aku Ayah". Kata ajudan dengan tegasnya.
Rangga pergi ke rumah barunya dengan menggunakan taksi, ketika sesampainya di rumah Rangga langsung masuk kamar dan membanting badannya ke ranjang. Rangga berbaring dan masih dalam keadaan hampa, teringat kejadian terbunuhnya Aldino.
Setelah lelah melamun dan berpikir, Rangga pun tertidur.
Hari rabu pukul 06:00 wib. Rangga di bangunkan oleh ajudan yang kini menjadi ayahnya.
" Rangga cepat bangun! Jangan sampai telat di hari pertamamu". Seru Ajudan (mengetuk pintu kamar Rangga) .
Rangga terbangun dan bersiap-siap, untuk sekolah.
" Sarapan sudah saya siapkan di meja makan, jangan lupa makan kamu belum makan dari kemarin " Kata Ajudan sambil membantu menyiapkan peralatan sekolah.
Setelah sarapan Rangga pun berangkat naik bus, daritadi Rangga hanya terdiam tanpa kata, Rangga menjadi manusia tanpa harapan dan keinginan.
Rangga turun dari bus dan berjalan menuju sekolah dengan tatapan kosong, suasana jalan menuju gerbang sekolah ramai di penuhi siswa siswi SMA, Rangga masih dalam pandangan kosong. Karena melamun Rangga tersenggol dan tertabrak beberapa kali oleh para siswa dan siswi. Dan ada seorang siswi di belakangnya yang berjalan mendahului rangga, dan siswi itu melihat ke arah Rangga.
"Hey... Ini di jalan perhatikan langkahmu, malah melamun" Kata siswi itu sambil tersenyum sedikit tertawa melihat Rangga yang berjalan melamun.
Rangga melihat ke siswi itu, tapi tetap dalam keadaan kosong. Setelah siswi itu berjalan ke depan sudah cukup jauh dari Rangga, Rangga pun bergumam dalam hati. "Cantik juga cewek itu, semoga kau di jauhkan dari pria sepertiku".
Rangga berjalan menuju ruang guru untuk menanyakan di mana ruang kelasnya.
" Kamu siswa pindahan itu ya? " Tanya Ibu Guru.
" Iya Bu! " Jawab Rangga.
"Kamu akan di tempatkan di kelas 12 A, dan ibu adalah walinya" Kata Ibu Guru
" Ayo kita ke kelas " . Lanjut Ibu guru (anjak dari tempat duduknya).
Rangga dan Ibu Guru itu langsung menuju kelas.
" Anak-anak, duduk semuanya. Hari ini kita kedatangan murid baru, semoga kalian semua bisa akrab ya..." Kata ibu Guru (di dalam kelas di depan murid-murid)." Silahkan perkenalkan dirimu! " Lanjut Ibu Guru mempersilahkan pada rangga (suara agak pelan).
" Nama saya Rangga Sapurta, mohon kerja samanya".
"hey bro... kenapa lu pindah sekolah? kasus ya? jangan-jangan kasusnya mencabuli anak orang. wkwkwkwk" samber dari salah satu siswa. Semua orang di kelas jadi tertawa.
" Jeky!!! jaga ucapanmu!! " saur buguru memperingati. " Rangga silakan duduk di bangu yang kosong itu " lanjut Ibu Guru.
" untung ada orang yang memotong perkenalan gue, kalau tidak gue bingung mau ngomong apa " Ucapan Rangga dalam hati (sambil berjalan ke bangkunya).
" Anak-anak buka LKS Matematika halaman 21 ". Ibu Guru memulai pelajaran jam pertama .
Rangga sebagai siswa baru tidak memiliki buku LKS, dia hanya diam dan masa bodo dengan pelajaran. Tiba-tiba siswi di sebelahnya menyodorkan buku.
" nih....!!!Kamu hobinya ngelamun ya,?? " ucap siswi itu sambil tersenyum.
" Gadis ini yang tadi kayaknya ". ucap Rangga dalam hati dan sedikit mengingat-ingat. " Oh,, bener enggak salah lagi " lanjut Rangga (masih dalam hati)
Siswi itu sedikit melemparkan buku LKS-nya ke meja Rangga, karena Rangga hanya terdiam tanpa kata.
Bruk.....!!!! Rangga sedikit kaget, hingga membuat siswi itu tertawa.
" Oh,, iya, Terimakasih! " jawab Rangga tersenyum dengan sedikit malu.
" Maaf membuatmu kaget " Jawab Siswi itu sambil tertawa pelan (takut di marahi guru).
Jam pelajaran pertama telah selesai, Guru pun keluar dari kelas. Rangga mengembalikan buku siswi itu. " Thanks ya, nih buku lu gue balikin "
" Iya, Sama-sama. Kamu dari tadi mikirin apa sih? ngalamun mulu. Apalagi tadi pas depan gerbang, kayaknya dalam banget lamunan kamu " Ucap Siswi itu (sedikit senyum).
"Tuh kaaaaaan, ini cewek yang tadi" ucap Rangga (dalam hati). "ehhhhh itu apa" jawab Rangga (mencari kata).
"Lah, kok gue jadi nge-blank gini ya? apa karena udah lama gak ngobrol ama cewek? " ucap Rangga (dalam hati lagi). "ayo lah, masa gue gerogi hanya karena cewek bocah SMA" lanjut Rangga (masih dalam hati).
"hmmm... kan, ngelamun lagi" siswi itu melihat ke arah Rangga dengan dagu nempel di tangan.
Tet... Tooot...
Bel pelajaran jam kedua pun berbunyi. Rangga memalingkan pandangan ke depan dan berkata " pokoknya Thank's "
Siswi itu tersenyum dengan sedikit tertawa menggelengkan kepalanya terheran melihat Rangga.
"Ada ya, orang kayak gini. seperti tak bisa menikmati kehidupan" ucap Siswi itu dalam hatinya.
Jam pelajaran kedua di mulai hingga selesai, Rangga hanya melamun dan pandangannya kosong. Itulah yang siswi itu perhatikan. Waktu istirahat tiba, semua murid keluar kelas, kecuali Rangga.
Jeky dan dua temannya menghampiri Rangga. "lesu amat bro!! " saut Jeky (menepuk pundak Rangga) "Ngantin yuk! " Ajak Jeky.
"Duluan aja, gue nanti". jawab Rangga sampil kepalanya nempel di meja.
"yah,,,, gak asik lah. yaudah kalau lu gak mau bareng, gue pinjem duitnya aja deh" ucap Jeky tersenyum selebar-lebarnya.
"Berapa?" tanya Rangga.
"Gocap aja, jangan banyak-banyak" Jawab Jeky.
"Gocap? berapa tuh? " Rangga tanya kembali (bingung).
"yaelah... lu lahiran tahun berapa bro? masa gak tau gocap" Jeky tertawa sambil menepuk-nepuk pundak Rangga.
"gak tahu gue, udah sebutin yang bener! Berapa? " ucap Rangga dengan nada lesu dan malas.
"50 ribu bro! ada gak?"
"Ada. nih! "
"Thankyou bro! lu orangnya kurang asik bro, tapi selagi ada duit lu asik daaah! " Ucap Jeky sambil beranjak keluar kelas.
Tak terasa oleh Rangga waktu sekolah pun berakhir { orang dari tadi cuma ngelamun wkwkwk }. Rangga berjalan keluar, ketika di perjalanan menuju gerbang sekolah, ia melihat siswi tadi bersama laki-laki, Rangga pura-pura tak melihatnya.
"hm, romansa anak remaja" Gumam Rangga dalam hati.
"RANGGA.....!!! " Siswi itu memanggilnya
Rangga menengok dan Siswi itu membaikan tangan.
"iya, Dadah" ucap Rangga tapi suara sangat pelan.
Dan siswi itu malah berlari mengejar Rangga. "Duuuh... kamu ini, bukannya samperin aku. Malah terus jalan".
"oh,, jadi itu maksudnya manggil"
"Bukan" samber Siswi itu. "masa gak denger kan tadi aku panggil kamu RANGGAAA. gitu, keceng loh itu" lanjut siswi itu.
"bukannya gak denger kirain kamu cuman dadah-dadah ama gue" ucap Rangga "eh, ngomong-ngomong nama lu siapa sih? " lanjut Rangga dengat raut wajah merah (agak malu)
"cieeee,,,, ngajak kenalan nih maksudnya" Gurau siswi itu.
"Bukan begitu, Aku mau tahu nama kamu biar yang baca gak bingung, dari tadi siswi itu siswi itu mulu. Jangankan yang baca yang nulis aja bingung" ucap Rangga megelak.
"hmmmmm.... " Siswi itu tetsenyum {belum memberi tahu namanya}.
"tuh kan.... Siswi itu lagi" ucap Rangga (pusing).
"Nama aku Nirmala, panggil aja Mala! "
" Nah kan enak tuh " ucap Rangga (merasa lega). "Tadi pacar lu? " Tanya Rangga.
"yang tadi, bukanlah. Tapi dia sudah nembak aku" jawab Mala. { naaaah... kan gampang wkwkwk }.
"terus.... " Rangga penasaran.
"Aku gak suka ama dia. Aku tolak tapi dia terus ngejar-ngejar aku" ucap Mala "tadi untung ada kamu, dia ngajak balik bareng tadi. padahal udah aku bilang jangan lagi berharap padaku" lanjut Mala
"Gileee... s***s juga ini cewek" ucap Rangga dalam hati.
Mereka berpisah di halte Bus, karena Nirmala dekat dengan sekolah ia hanya jalan kaki. Rangga duduk menunggu bus sambil bersandar. Da ada seseorang yang menghampirinya.
"loh murid baru kan? jangan belagu loh kalau gak mau mati" ucap orang itu
Rangga hanya tersenyum mendengar itu, dan orang itu langsung memukul. SET... TAK.. Rangga menahan pukulan orang itu, lalu Rangga mendorongnya dan orang itu terjatuh. Tapi ternyata orang itu sudah membawa segerombolan anak buahnya, termasuk Jeky.
*******
Bersambung.....!!!!