****
Rangga kembali duduk tanpa berkata apa-apa, dan orang yang memukul rangga berdiri lagi dengan pedenya.
"Lu, jangan pernah dekat-dekat ama Mala. Ingat itu! kalau tida lu kami gebukin" sambil menunjuk ke muka Rangga.
"Kan gue duduknya sebelahan ama Mala, gimana tuh? " Jawab Rangga dengan nada santai.
"Jek!! ini orang awasi terus di kelas. Kalau dia macam-macam sama Mala, sikat aja! " Kata orang itu dengan pandangan masih ke Rangga
"Yoi Boooss!!!". Jawab Jeky
" Ingat ya! Rangga, Rangga kan nama lu? "
"hmmmm" jawab Rangga sambil mengangguk.
Bus pun datang, Rangga beranjak dari tempat duduknya.
"gue cabut ya.... " Ucap Rangga sambil agak berlari maduk Bus.
"wah,,, Jek!! Agak songong tuh orang". Kata orang itu sambil melihat bus yang di naiki Rangga akan jalan.
" hehe " Jeky hanya tersenyum.
"pokoknya lu awasi terus tuh orang".
" iye iye, " Jawab Jeky (bubar).
Keesokan harinya, Rangga seperti biasa berangkat ke sekolah dengan tanpa semangat. dalam perjalanan ke pintu gerbang ia melihat Jeky dan teman-temannya cabut dari sekolah.
" eh, mau kemana meraka" ucap Rangga dalam hati (acuh tak acuh).
"Ssst... Ssssttt... woi Rangga sini dulu". Panggil Jeky agak berbisik.
Rangga mengampirinya dengan jalan santai dan dua tangan di saku celana.
" Buruan woi!! " kata Jeky agak sewot (tapi madih suara berbisik).
"Kalau ada yang nyariin gue, lu bilang! dia gak sekolah lagi di sini, uada berhenti gitu". Lanjut Jeky membisikkan ke telinga Rangga.
" Maksudnya ke Guru? " tanya Rangga (bingung).
" Gila lu!! kalau lu ngomong ke Guru, bisa kelar gue ". ucap Jeky (serius).
" Terus ke siapa? " tanya Rangga.
"Yaaa,,,, selain Guru lah. Pokonya gitu, oke! " Jawab Jeky menepuk Rangga dan pergi.
Rangga masuk ke kelas dan duduk di bangkunya dan menempelkan pipinya ke meja. Nirmala pun juga masuk ke kelas, dan duduk di bangkunya yaitu di sebelah Rangga. Nirmala juga meniru Rangga, menempelkan pipinya ke meja dengan pandangan berhadap-hadapan. Nirmala tersenyum kepada Rangga namun Rangga cuek seperti tak melihat apa-apa, Nirmala senyum lagi dan senyum terus, Rangga pun tersenyum melihatnya. Kejadian saling senyum itu cukup lama, tanpa kata mereka berdua hanya saling membalas senyum dan pandangan hingga jam pelajaran pertama pun di mulai.
"Eh...! Jeky kemana ya? kamu lihat gak Rangga? " tanya Mala sambil tengok sana sini.
" iya gue lihat dia tadi " jawab Rangga.
" Terus, kemana dia? " Nirmala tanya kembali.
" Di udah gak sekolah di sini, dia berhenti ". Jawab Rangga sambil mengambil buku dalam tas.
" eh,,, Serius!!! " Nirmala kaget.
" kata siapa? ". lanjut Nirmala tanya tegas.
" Dia sendiri yang bilang begitu ke gue ". Jawab Rangga sambil menulis (karena pelajaran sudah di mulai).
" ah, nanti habis jam pelajaran ini selesai aku akan tanya ke orangtuanya deh ". Gumam Nirmala sambil menulis.
Jam pertama selesai, Nirmala langsung menelpon orangtua Jeky.
" Halo! tante "
" Halo, eh Mala ada apa jam segini nelpon, kamu gak sekolah? "
" Ini aku lagi di sekolah, aku mau nanya nih tante! "
" nanya apa ya? kayaknya penting banget "
" Emang Jeky beneran Tante? "
" Ya beneran, kalau Jeky robot-robotan gak mungkin dia hidup ". ( ibunya Jeky langsung nyamber)
" Enggak, bukan gitu. Saya dengar Jeky berhenti sekolah, itu benar gak Tante? "
" Haaaaah....!!!!" (ibunya Jeky kaget setengah mati). " Di mana sekarang Jeky? Tante mau bicara! ".
" Justru itu Tante, Jeky gak ada di sekolah ".
" Lah, bukannya tadi pagi dia berangkat ".
" Iya, tapi dia tidak masuk. Terus dia bilang ke Rangga teman sekelas kami, katanya dia berhenti sekolah "
" Waduh... Gak beres nih anak " (ibunya Jeky makin jengkel).
" Udah dulu ya Tante, aku mau masuk kelas".
" Iya iya, nanti kalau Jeky pulang akan Tante interogasi ".
" Dah Tante "
"Dah" (telepon di tutup).
Nirmala masuk kelas untuk mengikuti pelajan jam ke dua.
" Eh, Rangga! " saut Nirmala (berbisik).
" hmmm " jawab Rangga (pandangan ke papan tulis).
" Tadi kamu ketemu Jeky di mana? ". Tanya Nirmala.
" Di pinggir gerbang sekolah " jawab Rangga.
" Oh " Nirmala mengangguk.
Semua pelajaran telah selesai, waktunya para murid untuk pulang yeeeey. Rangga berjalan keluar sekolah dengan santai seperti biasa kedua tangannya di masukan ke saku celananya. Sesampainya di luar sekolah tepatnya di depan gerbang, Rangga mendengar suara teriakan-teriakan gak jelas dan suara gberan motor. Rangga menghiraukan itu, ia terus berjalan menuju halte bus. Tiba-tiba para siswi histeris, dan para siswa berlarian kesana kemari. Rangga melihat ada siswa yang jatuh dari motornya, dan mendengar jeributan.
" Kenapa sih, kok orang-orang kelihatannya buru-buru banget". Ucap Rangga dalam hati.
Gembrang!!!! batu mengenai tiang dekat halte bus, Rangga kaget dan lompat. Kemudian salahsatu siswa berlari ke Rangga.
"Bro, lu sekelaskan ama Jeky? “ kata siswa itu sambil kecapek'an.
"Iya, kenapa emang? " Tanya Rangga.
"Kita di serang anak STM bro, kita harus beritahu Rendi dan Jeky" Kata siswa itu (masih terengah-engah capek).
"Terus, kenapa kita harus beritahu Jeky dan siapa t*i? ". Ucap Rangga sambil menaruh tas ke bangku halte.
" Rendi " jawab siswa itu.
" Aah Rendi, kenapa harus memberitahu mereka? ". Ucap Rangga (tak perduli).
" Soalnya cuma mereka berdua yang jago di sekolah kita bro". Kata Siswa itu.
"Mereka tidak akan kemari" Ucap Rangga sambil berjalan menuju tempat keributan (jalannya ala-ala jagoan sok keren hehe).
Rangga menemui anak-anak STM itu, para anak STM pun melihat ke arah Rangga sambil berlaga songong.
Rangga berdiri di depan sekelompok anak STM, para anak-anak STM bertepuk tangan melihat nyali Rangga yang sok keren.
"Wiiiiih..... mau ngapain lu" kata salah satu anak STM.
Para siswa siswa-siswi sekolah Rangga menyaksikan Rangga dari kejauhan, dan merasa penasaran dengan apa yang akan Rangga lakukan.
"Kami kesini mencari orang yang bernama Jaka". Kata salah satu anak STM.
" Jeky....!!! " saut semua anak STM (temannya nyamber).
"Yah,,,, itu" Ucap salah satu anak STM.
Rangga menunjuk ke arah mereka semua, dengan tatapan tajam.
"Siapa ketuanya di antara kalian? " Tanya Rangga.
"wiiiiiiiiih.... songong nih anak" ucap salah satu anak STM. "buat apa lu nanya-nanya? " lanjutnya.
"Duel ama gue, tangan kosong! " tegas Rangga.
Semua orang kaget mendengar Rangga yang seorang pendiam mengatakan hal itu. Dan salah satu anak STM pun maju menghamprinya.
"lu mau duel ama gue?? " Tanya anak STM itu sambil menertawakan Rangga. Dan tanpa basa-basi anak itu langsung meluncurkan serangan kepada Rangga. SET... TAK.. Dengan santai Rangga menangkis serangannya.
Eaaaaaaaa!!!! Seluruh teman sekolah Rangga bersorak.
"Wiiiiiiiiih... Boleh juga lu" ucap anak STM itu ( jengkel). Lalu menyerang kembali dengan serangan bertubi-tubi. Namu, serangannya dapat di tangkis dan di hindari oleh Rangga. Dan Rangga pun menyerang balik tanpa ampun hingga anak itu babak belur dan tersungkur ke aspal. Melihat itu anak-anak STM tak menerima ketuanya di kalahkan, semua anak STM pun berlarian menyerang Rangga.
BERSAMBUNG....!!!!