Linn masih hidup ketika regu berikutnya bersiap menuju lapisan dalam.
Niel mengatakannya sebelum aku meninggalkan ruang perawatan. Kondisinya belum aman untuk dipindahkan jauh, tetapi para penyembuh telah menemukan cara mempertahankan bagian yang paling terancam sambil bergantian menjaga pengaruh gelap tidak meluas. Aku tidak ikut barisan depan untuk mencari pengobatan yang belum diketahui di tangan Gorath.
Aku pergi karena tugas timku masih diperlukan, dan orang-orang di belakang tidak boleh kehilangan jalan mundur ketika serangan berikutnya dimulai.
Nove memeriksa lenganku. Goresan kemarin sudah dirawat, rasa nyerinya berkurang setelah istirahat, dan aku dapat menggerakkan telapak tanpa kebas. Jika keadaan itu berubah, aku harus mengatakannya. Aku mengangguk dan tidak menyembunyikan jemari di dalam sarung tangan agar ia tidak melihat.
Di tempat berkumpul, Nymph sedang berbicara dengan kepala regu pelindung. Mereka tidak akan memintanya menghentikan tiga batu sepanjang pertempuran. Ia akan memusatkan perhatian pada satu bagian saat regu yang sesuai mengambil kesempatan, lalu melepaskannya sebelum beralih. Para penyerang harus membaca tanda yang sama, bukan bergerak hanya karena berharap ia masih sanggup bertahan.
Carl berdiri di sisi pengawalnya. Ia melihatku datang, menanyakan Linn, lalu kembali memeriksa pengikat pedangnya. Nymph menyentuh lengannya sebentar sebelum memanggil pengajar untuk memastikan urutan yang disepakati.
Tidak ada janji bahwa siapa yang paling kuat boleh menentukan seluruh tindakan orang lain.
Kami bergerak melalui dinding yang diperkuat semalaman. Dego dan kelompok air menjaga bagian yang diperlukan regu perawatan di jalur belakang, sementara Luca mempertahankan lapisan tanah bersama para pengendali yang menggantikannya bila harus berpindah. Mith memimpin bagian serangan bersama komandan Terium. Semua orang mengetahui siapa yang akan menerima perintah bila satu penghubung tidak kembali.
Aku berusaha mengingat orang-orang itu ketika suara Gorath terdengar.
Ia sudah bergerak mendekati sisi gerbang yang retak, cukup dekat sehingga kata-katanya mencapai lereng ketika angin mereda. Tubuhnya masih berada dalam perlindungan batu curian, tetapi ia tidak lagi berdiri diam menunggu kami menghabiskan tenaga pada lapisan yang sama.
'Putri Peranto.'
Aku menegang. Nove segera memintaku tetap di balik penahan.
Gorath menoleh ke arah tim yang membawa wadah tanah. Tatapannya berhenti di tempatku, berpindah pada lambang pengawal, kemudian kembali kepada wajahku yang tidak sepenuhnya terlindung tudung.
'Mata itu pernah kulihat.'
Aku tidak memintanya menyebut nama Rein. Ia melakukannya sendiri, dengan cara seseorang membicarakan benda yang pernah berusaha dirampas.
Suara di sekelilingku tidak hilang seperti kemarin. Aku masih mendengar petugas meminta satu wadah dipindahkan, langkah Nove, dan Poppy yang menyentuh leherku. Namun di antara semua suara itu, nama ibuku terasa terlalu jelas.
Gorath berkata ia mengingat rombongan yang berusaha kembali ke Peranto. Perempuan yang terluka tetapi tetap melawan, dan anak yang belum lahir ketika orang-orang sudah berebut menentukan apakah ia patut hidup.
Aku tidak mengetahui bagian mana dari ucapannya yang benar-benar ia ingat dan bagian mana yang disusunnya setelah melihat reaksiku. Kesaksian para penjaga dan catatan Hannes tetap lebih dapat kupegang daripada cerita yang diberikan orang yang menyerang mereka.
'Kau membawa tanah yang tidak lagi mati,' katanya. 'Bawa sumbernya ke sini.'
Ia tidak mengetahui seluruh kehidupanku. Ia melihat bahan yang dibawa tim dan mengenali sesuatu yang mengganggu pengaruhnya. Dugaannya mengenai berkat Peranto cukup untuk mencoba mengambil lebih banyak daripada yang telah dicurinya dari para pengendali.
Aku mencengkeram tepi jubah ketika ia menyebut ibuku sekali lagi.
'Mungkin kau ingin mendengar suaranya. Aku dapat memberimu jalan.'
Aku hampir mengangkat kepala melewati penahan. Nove menahan lenganku, tidak menyakitiku, hanya mengingatkan batas tempat aku berdiri. Poppy menempel pada pipiku.
Di dalam ingatanku ada makam yang didatangi bersama Fran, kisah sepatu Rein yang hilang di taman, dan dua orang tua yang masih berusaha mengingat putri mereka tanpa menjadikanku penggantinya. Tidak satu pun membutuhkan Gorath agar dapat tetap menjadi bagian hidupku.
Aku menarik napas.
'Ibuku sudah mati,' kataku kepada Nove lebih dahulu, karena aku perlu mendengar diriku sendiri mengatakannya. 'Dia tidak berhak menjual harapan itu.'
Nove mengangguk. Ia tidak menuntutku menjawab Gorath di depan pasukan.
Aku tidak maju. Aku kembali menatap petugas yang sedang menunggu kesempatan memindahkan wadah. Ia memiliki keluarga yang belum pernah bertemu Rein, dan aku tidak akan menjadikan nyawanya harga untuk mendengar kebohongan yang terdengar seperti sesuatu yang sangat kuinginkan.
'Kita lanjut sesuai tanda,' kataku.
Serangan awan bergerak sebelum Gorath selesai bicara. Para pelindung mengangkat lapisan tambahan. Aku membuka jalan pendek pada sisi regu yang membawa bahan, membiarkan petugas mencapai tempat yang tidak terlihat langsung dari gerbang.
Poppy keluar dari kerahku setelah aku mengangguk.
Burung putih itu tidak terbang menuju tangan Gorath. Ia hinggap di dekat telapakku, sayap pelanginya bergerak bersama cahaya yang menahan serpihan. Beberapa pengawal menatapnya sesaat. Aku tidak menyuruh mereka melupakan apa yang baru dilihat.
'Spiritku Aura,' kataku kepada kepala regu di sampingku. 'Tetapi aku tetap harus berhenti jika tenagaku habis.'
Ia mengangguk, lalu memanggil pengganti agar jalur tidak bergantung hanya padaku. Tidak ada tepuk tangan. Tidak ada yang menyuruhku membersihkan seluruh tanah saat itu. Mereka membutuhkan pintu keluar yang dapat diandalkan, bukan perasaan kagum.
Gorath melihat cahaya di sisi kami dan menghantam bagian penahan dengan lebih keras. Aku tidak tahu apakah ia benar-benar melihat Poppy. Namun rahasia itu tidak lagi dapat menjadi satu-satunya cara kami menjaga diri. Orang-orang yang bekerja bersamaku harus mengetahui apa yang sedang mereka lindungi, termasuk batasnya.
Ketika tanda dari Nymph terangkat, aku menyerahkan bagian pelindung kepada regu pengganti. Cahaya pada zirah Gorath berkedip. Di depan, api Mith bergerak pada jalur yang telah dibuka, sementara regu lain memisahkan para pengikut dari sisi tempat Nymph berdiri.
Aku menyentuh gelang Ameryst pada pergelangan kiri, memastikan talinya tidak tersangkut ketika kembali memegang wadah.
Ibuku bukan seseorang yang dapat dibawa pulang melalui janji musuh. Tetapi di lereng ini masih ada orang-orang hidup yang dapat kami lindungi. Aku menatap jalan mereka, kemudian mengangkat tangan pada tanda berikutnya.