'Jangan berlari ke sana sendirian.'
Suara Nove membuatku berhenti sebelum melewati ujung pelindung. Linn terbaring tidak jauh dari petugas yang tadi didorongnya. Ia masih menggerakkan satu tangan, tetapi tidak dapat bangkit. Debu menutupi bagian bawah tubuhnya sehingga aku tidak melihat apa yang menahannya.
Grin memanggil regu pengangkat. Aku menahan sela pada jalur yang harus mereka lewati, kemudian menyerahkannya kepada pengendali pengganti ketika tangan kiriku tidak lagi sanggup tetap terangkat. Aku ingin membantah tubuhku sendiri. Poppy mengatakan namaku sampai aku kembali mendengarnya.
Ada hal yang lebih berguna daripada jatuh di samping Linn dan membuat regu membawa dua orang.
Carl datang dari sisi tempat regu Nymph menunggu. Ia masih bersama dua ksatria. Mereka tidak meninggalkan seluruh jalur demi mengejar satu orang, tetapi membantu regu yang memang dipanggil Linn sebelum ia terjatuh.
Ketika sampai di dekatnya, Carl berlutut. Aku melihat kedua bahunya mengeras.
'Dia masih menjawab,' seru salah satu petugas.
Carl mengangguk, tetapi telapak tangannya menegang pada tepi tanah. Aku mengenali gerakan itu. Rasa takut yang pernah membuat air dalam cangkir bergetar kini muncul di tengah lereng tempat terlalu banyak orang akan hancur jika serangan Bencana dilepaskan.
Nymph memanggil dari balik pengawal.
'Carl. Aku di sini.'
Ia menoleh, menarik napas, lalu melepaskan genggaman pada tanah. Tidak ada gelombang kekuatan yang keluar. Ia memberi tahu kepala regu bahwa ia perlu bergeser sebentar sebelum membantu mengangkat. Seorang ksatria mengambil tempatnya, dan pekerjaan tidak berhenti hanya karena seorang pangeran harus mengenali batas dirinya.
Aku menunggu sampai ia kembali memandang ke arahku.
'Kau tidak harus menghancurkan apa pun untuk membawanya pulang,' kataku.
'Aku tahu.'
Suaranya bergetar. Ia tetap mengatakannya.
Luca menahan bagian batu yang menekan sisi jalur, sementara petugas membuka tempat bagi tandu. Linn mengeluarkan suara ketika tubuhnya digeser. Aku hampir menangis mendengarnya, karena suara itu berarti ia belum pergi dari kami.
Di belakang, serangan masih terdengar. Regu depan menahan jalan sampai pengangkut melewati batas aman. Carl kembali membantu pada bagian yang diperintahkan kepala regu, bersama orang-orang yang tahu bagaimana memindahkan orang terluka tanpa membuat jalur semakin sempit.
Kami tidak berjalan cukup cepat menurut ketakutanku.
Setiap batu terasa terlalu jauh. Setiap saat ketika tandu harus berhenti membuatku ingin memerintahkan seluruh dunia menyingkir. Namun Nove tetap membawaku di sisi yang tidak menghalangi, dan Grin memastikan orang yang menyusul tidak tersesat di balik debu.
Niel menemui tandu sebelum mencapai bangunan perawatan.
Ia tidak menanyakan siapa yang terlambat atau mengapa aku berada di sana. Ia memeriksa Linn, memberi perintah kepada penyembuh yang bertugas, lalu meminta jalur di depan meja dikosongkan.
Luka pada sisi tubuh Linn mempunyai tepi yang terlalu gelap. Niel menahan bagian yang paling berbahaya sementara penyembuh Hannes lain memeriksa pengaruh yang masih melekat. Mereka tidak menyebutnya sekadar memar yang dapat disembuhkan setelah ia tidur.
Aku berdiri di ambang sampai Niel menoleh.
'Qiya, aku perlu kau duduk.'
'Dia akan hidup?'
Niel tidak memberikan janji yang tidak dapat dipegangnya. Ia mengatakan Linn masih bernapas dan mereka sedang mempertahankannya. Bantuan sudah dipanggil. Aku harus memberi mereka ruang untuk melakukan pekerjaan itu.
Aku mundur, satu langkah, kemudian langkah berikutnya.
Aku ingin menyebut bahwa Aura juga memiliki jenis penyembuh. Poppy menyentuh pipiku sebelum kalimat itu keluar. Kekuatan yang besar tidak memberiku pengetahuan tentang setiap luka, dan aku sendiri hampir kehabisan tenaga. Niel telah mempelajari perawatan seperti ini selama bertahun-tahun. Aku tidak akan menyelamatkan Linn dengan membuat orang yang sedang menolongnya berhenti untuk meyakinkanku bahwa aku juga berguna.
Di luar ruang perawatan, tanganku mulai gemetar tanpa dapat dihentikan. Nymph duduk di sebelahku, masih pucat karena latihan dan serangan. Ia tidak mencoba mengeluarkan kekuatan baru agar semua ketakutan kami segera hilang.
Carl berdiri di depan pintu, memandang noda pada lengannya.
Dalam ingatanku, Linn mati ketika berusaha melindungi orang dari Carl. Kini pangeran itu membantu mengangkat tandunya dan meminta air agar petugas dapat mencuci tangan sebelum kembali bekerja. Aku tidak dapat menyamakan dua kejadian hanya karena rasa takutku mencari akhir yang sudah dikenalnya.
Carl melihatku menatap.
'Apa ini bagian cerita itu?' tanyanya pelan.
'Tidak seperti ini.'
'Kalau begitu jangan tinggalkan dia di sana.'
Aku mengangkat wajah.
'Di dalam cerita,' lanjutnya. 'Dia masih berada di ruangan ini.'
Aku menutup mata dan mendengarkan suara orang-orang di balik pintu. Ada langkah, perintah singkat, dan cangkir yang diletakkan di meja. Itu bukan bukti seluruh bahaya telah lewat. Namun semuanya sedang terjadi sekarang, bukan dalam halaman yang kubaca sebelum aku mengenal nama Lily.
Mith datang setelah menyerahkan pengaturan bagian depan kepada komandan pengganti. Ia mendengarkan Niel di dalam, kemudian keluar membawa kabar bahwa aliran yang mengancam Linn mulai dapat ditahan. Penyembuh harus bergantian. Pengaruh iblis belum dapat dikeluarkan sepenuhnya, tetapi napasnya lebih teratur daripada saat tandu tiba.
'Belum selesai,' kata Mith sebelum aku bertanya.
Aku mengangguk. Kali ini kata itu tidak terasa seperti menutup seluruh harapan.
Seorang petugas membawa tas Linn. Sarung tangan cadangan yang dijahit Lily masih tersimpan di bagian dalam. Ia telah membawa pengganti seperti yang diminta istrinya sebelum berangkat. Benda kecil itu membuatku menangis lebih keras daripada luka yang tadi kulihat.
Linn masih mempunyai seseorang yang menunggu ia pulang untuk hal-hal biasa.
Aku meminta kertas setelah dapat berbicara lagi. Pesan pertama ditulis untuk Fran, melalui penghubung yang memang mengatur kabar dari tempat bantuan. Pesan untuk Lily dititipkan bersama laporan yang disetujui penyembuh: Linn terluka, masih hidup, dan sedang dirawat. Tidak ada kabar kematian yang disembunyikan dalam kalimat manis, juga tidak ada janji ia dapat segera berdiri.
Menjelang malam, Niel mengizinkanku melihat dari dekat pintu sebentar. Mata Linn terbuka ketika aku memanggil namanya.
Ia tidak sanggup memberikan lelucon. Ia hanya menggerakkan jari sedikit pada tepi selimut.
Aku menyentuh tangannya tanpa menariknya. 'Kami masih di sini.'
Kemudian aku keluar ketika penyembuh meminta tempat. Untuk menjaga janji membawanya pulang, aku harus mendengar orang yang masih berusaha membuatnya tetap hidup.