Carl berusia tujuh belas ketika laporan pecahnya lapisan utama tiba.
Tiga bulan telah berlalu sejak kunjunganku ke Terium. Aku masih enam belas, dengan ulang tahun yang terasa sangat dekat dan sekaligus tidak penting dibandingkan nama-nama desa pada meja Mith. Sebagian sudah dipindahkan ke tempat aman karena tekanan yang meningkat. Sebagian lain masih berada di antara dua jalur yang harus dijaga agar pengungsian tidak berubah menjadi orang-orang berdesakan tanpa arah.
Gerbang itu tidak runtuh seluruhnya dalam satu malam. Satu bagian lingkaran dalam kehilangan daya, membuka celah yang tidak dapat ditutup dengan mengganti batu pengawas. Regu pelindung menahan makhluk yang keluar sementara petugas memindahkan orang dari pos terdekat.
Tarin mengirim laporan dari jalur klan. Celah lain mulai memengaruhi tanah di luar garis yang selama ini diperiksa. Mereka tidak meminta pasukan mengambil alih rumah mereka, tetapi meminta bantuan untuk membawa warga yang tidak dapat bergerak cukup cepat.
Mith memanggil regu yang sudah dilatih bersama Terium.
Tidak ada perayaan keberangkatan Carl sebagai senjata yang akan menyelesaikan perang. Ia datang dengan pedang, pengajar pendamping, dan regu yang mengetahui batas penugasannya. Perintah penggunaan Bencana tidak menjadi baris tersembunyi yang harus dipatuhinya bila seorang komandan mulai kehilangan kesabaran.
Aku bergabung dengan rombongan pemulihan dan pengungsian setelah rencana yang kami latih diaktifkan. Nove dan Grin tetap bersamaku. Linn memimpin pengamanan jalur, sementara Niel berada di tempat perawatan yang menerima mereka yang dibawa mundur dari garis depan.
Fran menemuiku sebelum kereta berangkat. Ia menyerahkan sarung tangan yang sudah diperbaiki pada jahitannya, lalu memeriksa tali tas tanpa mengubah isinya.
'Ayah tinggal di sini?' tanyaku.
'Mith meminta Ayah menjaga persiapan bantuan dan pertahanan ibu kota.'
Ia mengatakannya dengan wajah yang menunjukkan betapa sulitnya tidak mengikutiku. Aku memeluknya, kemudian melepaskan diri sebelum ia harus meminta pelayan menurunkan seluruh barang untuk memperpanjang perpisahan.
Ash menunggu di dekat paviliun bersama Luca yang akan menyusul melalui jalur berbeda. Panther tua itu menggerutu ketika aku menggaruk kepalanya, seolah semua orang terlalu sibuk pergi dan lupa bahwa jam makannya tetap berlaku.
'Aku akan pulang,' bisikku.
Ia tidak memberikan jawaban yang terdengar seperti ramalan. Ia hanya menekan kepala ke telapak tanganku, lalu kembali berbaring ketika petugas membawakan air.
Perjalanan menuju tempat bantuan dipenuhi kereta yang bergerak ke arah berlawanan. Anak-anak tidur di antara bungkusan pakaian. Orang tua memegang gagang pintu, melihat ladang yang ditinggalkan tanpa tahu kapan dapat kembali. Para petugas tidak menyuruh mereka bersorak ketika lambang keluarga kami lewat.
Di tempat singgah pertama, aku turun membantu memindahkan kain dan wadah ke kereta yang kekurangan tempat. Hana datang bersama kelompok Listo, rambutnya diikat rapat dan sepatunya penuh debu. Ia memelukku singkat, lalu kembali menjelaskan giliran air kepada orang yang menunggunya.
Ia tidak meminta izin kepadaku untuk meneruskan pekerjaannya. Aku merasa lega melihatnya.
Nymph menyusul bersama regu pengendali spirit dan ayahnya yang membantu membawa persediaan kain. Ia mengenakan pakaian latihan yang jauh lebih sederhana daripada gaun perayaan. Kami hanya sempat berpelukan sebelum pengajarnya memanggil. Ia menerima tugas membantu komunikasi antara pemilik spirit dalam satu regu, bukan berdiri setiap waktu di samping Carl. Mereka berdua tetap mempunyai orang lain yang harus didengar dan pekerjaan yang perlu diselesaikan.
Nero berada di ruang pengatur perjalanan. Peta yang dahulu ditunjukkannya di Terium kini dipenuhi tanda baru. Ia menempatkan tempat singgah tambahan pada jalur yang tidak dapat dilalui orang lemah dalam satu hari. Ketika sebuah keluarga menolak berpisah dari kakeknya, ia meminta pengangkut mengubah susunan tempat duduk, bukan menyuruh mereka memahami bahwa jadwal lebih penting daripada orang yang dibawa.
Pada sore kedua, jalur utara ditutup setelah tanah bergerak di dekat tebing. Kiel mengirim kabar melalui penghubung regunya. Tidak ada kereta yang disuruh mencoba lewat lebih dahulu untuk memastikan peringatannya benar.
Kami memindahkan tujuan rombongan yang masih di jalan. Aku membantu bersama pengendali pelindung di sisi tempat penyeberangan, menahan serpihan yang jatuh ketika regu tanah memperkuat jalur sementara. Pelindungku tidak cukup untuk menggantikan mereka. Ia hanya memberi waktu beberapa tarikan napas saat tandu melewati bagian yang paling sempit.
Seorang perempuan memegang lengan bajuku setelah berhasil menyeberang.
'Putriku masih di belakang.'
Aku mengikuti arah jarinya. Anak itu tidak hilang di tengah pasukan iblis. Ia tertinggal di dekat kereta karena berusaha mengangkat bungkusan terlalu besar. Grin berlari menjemputnya bersama petugas. Aku tetap pada tempatku sampai mereka kembali, meskipun seluruh tubuhku ingin ikut mengejar.
Ketika ibu dan anak itu bertemu lagi, aku menurunkan tangan dan membiarkan pengendali lain mengambil giliranku. Tidak ada cahaya pemurnian besar. Aku merasa lega, lelah, dan masih takut pada banyak hal sekaligus.
Malamnya Linn datang ke tempat bantuan dengan laporan dari bagian dalam.
Ia melihat sosok di seberang celah, bukan hanya makhluk kecil yang terbentuk dari sisa tanah rusak. Komandan iblis itu dapat memanggil pengikutnya melintasi jalur yang mulai terbuka. Ketika para pengendali menahan celah, ia menyebut nama yang selama bertahun-tahun hanya muncul pada laporan lama: Gorath.
Aku memandang tangan Linn yang meletakkan sarung tangannya di meja.
'Dia melihatmu?'
'Ia melihat regu kami. Tidak ada alasan menyimpulkan ia mengetahui semua orang di sini.'
Linn memperlihatkan tanda pada bagian zirah musuh yang berhasil diambil setelah pertempuran singkat. Tanda itu cocok dengan gambaran para penjaga yang menyelamatkan rombongan Rein dahulu. Dua kesaksian dipertemukan; bukan hanya kemiripan nama yang kami pakai untuk menyatakan musuh yang sama telah kembali.
Aku menelan ludah. Bertahun-tahun aku memikirkan kematian ibuku sebagai masa lalu yang harus kupahami. Kini sesuatu dari masa lalu itu bergerak, melukai orang-orang yang belum pernah mengenal Rein.
Linn menunggu sampai aku dapat kembali mendengarnya.
'Besok rombonganmu pindah ke tempat bantuan sebelah barat. Jangan mendekati garis depan untuk mencari wajahnya.'
Aku mengangguk dan menulis tujuan baru pada catatanku. Di luar, roda kereta terus bergerak. Gorath telah kembali, tetapi orang-orang yang kami bawa masih mempunyai jalan pulang yang harus dijaga.