Aku menceritakan bagian yang diminta Luca tanpa berusaha membuatnya lebih ringan.
Dalam ingatanku, Carl datang sebagai anak yang sudah terbiasa menahan lapar dan berpura-pura tidak terluka. Di Peranto ia tidak menemukan tempat beristirahat. Empat kakakku memperlakukannya buruk, sementara Dego menjadi pengecualian yang tak pernah benar-benar dapat kupahami ketika pertama membaca.
Dego menatap saudaranya satu per satu, lalu menunduk kepada meja. Ia tidak menjadikan bagian itu alasan merasa lebih baik daripada yang lain.
'Penduduk juga menyakitinya,' lanjutku. 'Dan kemudian Nymph.'
Aku tidak mengetahui setiap kejadian di setiap jalan. Mask mengikuti Carl, bukan seluruh kehidupan Peranto. Namun aku mengingat luka yang berubah menjadi kebencian, perang yang dimenangkan, dan kepulangan yang tidak lagi membawa kesempatan berdamai. Carl pernah memilih membiarkan sebagian orang hidup, lalu kembali menghancurkan mereka setelah melihat apa yang dilakukan kepada Nymph.
Niel memandangku ketika aku berhenti.
'Aku tidak mengingatnya,' katanya pelan.
'Aku tahu. Kalian belum melakukan semua itu.'
'Tapi kau pernah takut kepadaku karena hal yang bahkan tidak kuketahui.'
Aku mengangguk. Tidak ada jawaban yang membuat kenyataan itu terasa lebih adil. Aku lahir membawa ketakutan, dan mereka hidup bertahun-tahun tanpa mengetahui alasan ketika aku menegang mendengar suara tertentu.
Kiel mendekatkan kursinya. Ia tidak meminta aku membuktikan ingatan itu dengan pertunjukan. Ia bertanya apakah ada hal yang masih membuatku takut tinggal bersama mereka sekarang.
Aku menatap kelima kakakku lama sekali sebelum menjawab.
'Aku takut kalian kembali menganggap orang lain boleh disakiti untuk melindungiku.'
Mith memegang pena yang tadi diletakkannya, lalu kembali melepasnya. Ia mengatakan peraturan yang disahkan tidak akan diubah hanya karena ancaman terasa lebih dekat. Bila ada orang menyerang, mereka akan menghentikannya. Namun nama Carl tidak boleh diperlakukan seperti perintah penangkapan yang tinggal menunggu tanda tangan.
Luca menanyakan Linn. Aku mengangguk sebelum ia selesai bertanya. Kehancuran dalam ingatanku juga merenggut orang yang selama ini menegur kami ketika semua orang lain takut membuka mulut.
Linn yang duduk tidak jauh dariku berkata ia tidak berniat menjalani hari-hari mendatang dengan menunggu kematiannya sendiri. Ia akan memakai informasi yang dapat membantu, lalu tetap memeriksa keadaan yang benar-benar ada.
'Aku juga masih punya istri yang akan marah bila aku lupa pulang,' tambahnya.
Tawa kami singkat dan tidak terlalu keras. Namun aku membutuhkannya agar dapat menarik napas lagi.
Sesudah pembicaraan itu, Mith meminta pendapat para pejabat mengenai perlindungan tamu dan warga asing di wilayah Peranto. Tidak ada pengumuman tentang ramalan seorang putri. Perintahnya membicarakan kejadian yang memang pernah dilaporkan, tempat mengajukan pengaduan, dan tindakan terhadap orang yang menggunakan nama keluarga kekaisaran untuk mengusir mereka.
Catatan tentang naga juga dibuka untuk dipelajari di tempat yang sesuai. Bukan seluruh arsip pertahanan disebarkan. Tetapi kisah bahwa leluhur kami menyelamatkan naga, bukannya membunuhnya dan mewariskan aib pada anak perempuan, tidak lagi hanya disimpan di ruang keluarga.
Aku membaca salah satu salinannya bersama Rinn. Ia memintaku mengoreksi satu kata terjemahan, lalu tertawa ketika aku mengatakan naga dalam gambarnya terlihat lebih ramah daripada Fran sebelum sarapan.
Namun masih ada satu orang yang belum mendengar hal paling berat itu dariku.
Enam bulan setelah aku berusia enam belas, aku mengunjungi Terium dalam rombongan kerja sama pengobatan dan pengajar spirit. Perjalanan direncanakan bersama kedua istana. Kali ini aku tidak membawa gambar untuk meminta seseorang berhenti menyakiti Carl. Aku membawa sesuatu yang mungkin justru akan menyakitinya jika kusampaikan dengan cara yang salah.
Aku meminta bertemu di taman yang pernah kami kunjungi ketika kecil. Carl memilih mengajak Nero pada bagian awal, kemudian memintanya memberi kami waktu setelah mendengar bahwa aku ingin membicarakan sesuatu yang pribadi. Pendamping tetap berada dalam jarak yang dapat dipanggil.
'Aku tidak mendapat kemampuan meramal,' kataku lebih dahulu.
Carl duduk tanpa memotong. Aku menjelaskan ingatan dari kehidupan lain, kisah Mask, serta bagaimana aku pernah mengira mengenal seluruh dirinya sebelum kami bertemu.
Ketika sampai pada penghancuran Peranto, ia menarik kedua tangannya dari meja.
'Jadi kau mendekatiku karena takut aku membunuh keluargamu.'
Kalimat itu tidak dapat kubetulkan dengan cepat.
'Pada awalnya, aku memang takut. Aku ingin itu tidak terjadi.'
'Dan Nymph?'
'Aku mengenal namanya dari cerita. Tapi aku tidak membawa kalian bertemu agar kalian harus mengulang kisah cintanya.'
Carl berdiri dan berjalan beberapa langkah menuju pohon. Aku tetap duduk. Aku tidak berhak menahannya di kursi supaya ia segera memberi jawaban yang membuatku merasa lebih baik.
'Apakah semua hal yang kulakukan kauukur dengan cerita itu?'
'Dulu terlalu sering,' jawabku. 'Aku sedang belajar berhenti. Tetapi aku tidak mau memintamu membuat keputusan perang sementara aku menyembunyikan alasan ketakutanku.'
Angin menggerakkan daun. Poppy tetap tersembunyi, tidak berbicara untuk membelaku. Aku mendengar pohon mengeluh tentang cuaca, tetapi untuk sekali ini aku mematikan suaranya agar benar-benar mendengar Carl.
Ia kembali setelah beberapa saat. Wajahnya masih terluka, dan aku tidak mengira satu penjelasan akan menghapusnya.
'Aku tidak berutang menjadi pangeran yang baik kepadamu,' katanya.
'Tidak.'
'Dan aku tidak akan menerima dianggap bersalah karena akhir sebuah buku.'
'Aku sudah mengatakan hal yang sama kepada keluargaku.'
Carl mengangguk sedikit. Ia belum menyatakan memaafkanku. Ia bertanya tentang bagian perang yang kuingat, meminta aku membedakan pengetahuan dari dugaan, lalu menyuruhku menuliskannya agar dapat diperiksa bersama orang yang bertanggung jawab.
Sebelum meninggalkan taman, ia menyentuh gelang kecil di pergelangan tangannya. Talinya sudah berganti berkali-kali; manik bangkunya tetap sama.
'Waktu kau memberikan ini, apakah kau sudah ingin aku menjadi temanmu?'
Aku mengingat hari kami berpisah sebagai anak-anak, buku ikan, dan kotak yang kubuat sendiri.
'Sudah.'
Ia memandangku, mencari sesuatu yang tidak dapat kutunjukkan lewat senyum. Kemudian ia mengatakan besok kami boleh berbicara lagi. Ia ingin mendengar kisah itu sampai selesai, sebelum memutuskan bagian mana yang harus ia tinggalkan di halaman.