Aku tidak melihat wajah makhluk yang menghantam pintu.
Yang kulihat hanya bekas hitam merambat pada kayu, lalu serpihan yang jatuh setiap kali sesuatu mencakarnya dari luar. Pelindung di depan tanganku bergetar. Aku ingin membuatnya lebih besar, tetapi Nove segera menyuruhku mempertahankan satu jalan yang sedang dipakai para petugas membawa orang terluka.
Grin sudah membuka pintu ruang belakang. Tidak ada jendela menghadap lereng di sana, dan dua pengendali pelindung menunggu di sisi dinding dalam. Mereka bukan orang yang tadi menjaga area kerja; regu pengganti mengambil tempat setelah lonceng berbunyi.
Aku mundur satu langkah setiap kali Nove memintanya.
Carl duduk pada bangku yang dipindahkan menjauh dari pintu. Nero berada di depannya, memegang kedua tangannya hanya setelah Carl mengangguk. Nymph berdiri di samping, wajahnya semakin pucat. Pengajarnya meminta ia tidak memaksakan perhatian pada lebih dari satu spirit.
'Aku masih di sini,' kata Carl.
'Aku tahu,' jawab Nero.
Bukan perintah berhenti takut. Bukan ancaman bahwa semua orang akan menyalahkannya jika sesuatu pecah. Aku mendengar nama benda-benda di sekitar bangku ketika Carl berusaha mengenali ruangan: meja, kain, cangkir, suara adiknya. Nymph memanggil spiritnya di sela-sela kalimat itu, tidak memerintahkannya menyerang balik.
Dari luar terdengar deru angin yang semakin keras.
Linn memisahkan makhluk-makhluk itu dari pintu dan menahannya jauh dari jalur pengawal. Tarin melintas dalam wujud panther hitam, jauh lebih ramping daripada Ash, lalu kembali menjadi manusia setelah mencapai tempat aman. Ia membawa tali yang dibutuhkan untuk menutup salah satu jalur samping.
Aku sempat memandang perubahan itu terlalu lama. Poppy mengingatkanku bahwa orang berikutnya masih harus melewati pintu yang kulindungi.
Petugas terakhir masuk sambil menahan lengan rekannya. Kayu di belakangnya pecah. Aku menutup jalan dengan pelindung sesaat sampai penjaga di dalam menyelesaikan lapisan pertahanan mereka sendiri. Kemudian Nove menarikku menjauh.
Kedua lututku hampir terlipat.
Ia menahanku sebelum jatuh. Aku ingin mengatakan masih bisa berdiri, tetapi Poppy mematuk bagian dalam kerahku dengan cukup keras untuk membuatku diam. Grin menaruh cangkir di dekat bangku dan membiarkanku duduk sampai jemariku berhenti bergetar.
Carl mengangkat wajah. Air dalam cangkirnya tidak lagi bergerak.
Nymph melepaskan perhatiannya, lalu bersandar kepada ayahnya dengan mata tertutup. Ia belum pingsan, tetapi pengajarnya segera memeriksa dan memintanya beristirahat. Carl tidak mengulurkan tangan untuk menariknya bangun. Ia hanya bertanya apakah ia membutuhkan air.
'Aku butuh tidak mendengar siapa pun sebentar,' jawabnya.
Kami menurunkan suara.
Benturan terakhir terdengar beberapa saat kemudian. Setelah itu ada aba-aba, langkah berlari, dan keheningan yang tidak langsung terasa seperti keselamatan. Para penjaga tetap pada tempatnya sampai Linn masuk bersama kepala pos. Jubahnya robek pada satu sisi, tetapi ia berjalan tanpa ditopang.
Serangan sudah dihentikan. Makhluk yang menerobos lapisan luar dihancurkan di halaman kerja, setelah seluruh orang yang dapat dijangkau dibawa ke balik pertahanan. Gerbang utama masih tertutup.
Namun tidak semua penjaga kembali.
Seorang lelaki yang menahan jalur agar rekannya dapat masuk telah gugur sebelum penyembuh mencapainya. Linn menyebut namanya kepada kepala pos, meminta agar keluarganya menerima kabar dari utusan yang benar, bukan mendengar dari tamu yang pulang membawa cerita.
Aku menatap cangkir di tanganku.
Tidak ada kehangatan besar yang dapat kupanggil. Tidak ada alasan untuk menyuruh diriku mengingat ulang tahun sampai merasa senang. Seorang manusia mati di luar ruangan tempat aku dilindungi. Poppy tidak memintaku mencoba memurnikan halaman saat itu.
Malam kami lewati di bangunan peristirahatan yang lebih jauh, setelah jalurnya diperiksa. Orang yang terluka mendapat perawatan. Yang hanya gemetar tidak dipermalukan karena tidak memiliki luka yang terlihat. Pendamping Carl duduk di dekat pintu kamarnya, dan Nero meminta ranjangnya dipindahkan bersebelahan untuk malam itu.
Aku tidak bisa tidur sampai Grin menemukan selimut yang diselipkan Lily di bagian bawah tas perjalananku. Ia mengeluarkannya dari antara pakaian cadangan, lalu menyampirkannya pada bahuku. Benda itu sama seperti yang biasa dipakai di rumah, tetapi baunya membuat mataku panas. Nove duduk di sisi pintu, menajamkan perhatian setiap kali aku bergerak.
'Aku tidak memanggil,' kataku pelan.
'Aku tahu.'
'Tuan boleh beristirahat.'
'Setelah penggantiku datang.'
Ia tidak berjanji tidak akan pernah meninggalkanku. Beberapa saat kemudian Grin benar-benar datang menggantikan, dan Nove pergi untuk tidur. Aku memandang pertukaran itu sampai akhirnya dapat menarik selimut lebih tinggi.
Fran tiba bersama rombongan bantuan setelah menerima laporan. Ia memelukku lama, kemudian mendengarkan kepala pos dan Linn. Aku takut ia akan mencari seseorang untuk dihukum sebelum jubahnya dilepas.
Ia meminta nama yang gugur dan keadaan orang terluka lebih dahulu.
Pemeriksaan berikutnya menunjukkan sisa pengaruh hitam pada lapisan luar dapat membentuk makhluk, walau pintu utama belum terbuka. Bahaya yang semula diperkirakan hanya berupa tanah rusak ternyata dapat bergerak. Kunjungan pengamatan dihentikan. Tempat belajar dipindahkan jauh dari pos sampai pertahanan dan cara penilaiannya diperbaiki.
Izin kunjungan kami tidak dipakai untuk menyalahkan anak-anak yang telah mengikuti aturan. Orang dewasa membahas keputusan mereka sendiri, termasuk mengapa daerah itu dianggap cukup aman.
Beberapa pekan sesudah pulang, aku mendengar keluarga penjaga yang gugur telah menerima jasadnya dan hak yang ditetapkan. Tidak ada permintaan agar mereka menyebut kematiannya sebagai kebahagiaan karena menyelamatkan putri kaisar. Istrinya ingin suaminya dimakamkan dekat orang tuanya. Permintaan itu dipenuhi.
Carl menulis bahwa ia masih kadang mendengar bunyi pintu ketika berusaha tidur. Ia tetap berlatih mengenali tanda kekuatannya bersama pengajar, tetapi tidak diminta membuktikan keberanian dengan kembali ke pos.
Nymph meminta beberapa hari tanpa latihan yang memanggil spirit orang lain. Aku mengunjunginya bersama Hana yang kebetulan pulang untuk menemui ayahnya. Kami membawa makanan, bukan daftar hal yang harus diceritakannya.
Di rumah mereka, beruang bertelinga miring masih duduk di atas lemari.
Nymph menurunkannya ketika kami hendak pulang dan merapikan selimut birunya. Tangannya tidak lagi gemetar saat memegang jahitan lama. Aku duduk kembali, membatalkan niat segera berpamitan. Kami masih punya sore yang tidak perlu diisi dengan suara lonceng.