Aku pertama kali melihat pos segel pada usia tiga belas.
Bukan gerbang yang dibicarakan orang sebagai mulut neraka. Dari halaman tempat rombongan berhenti, yang terlihat hanya bangunan batu rendah, bukit gundul, dan garis pepohonan yang sengaja dibiarkan jauh dari lingkar pengawasan. Gerbang utama masih berada di balik lapisan pertahanan lain. Aku tidak diizinkan melewati batas itu.
Linn turun dari kudanya sebelum aku membuka pintu kereta.
'Tetap di bangunan pengamatan sampai semua pemeriksaan selesai.'
'Aku belum mengatakan apa-apa.'
'Aku mengenal wajahmu ketika ingin mengatakan sesuatu.'
Aku menyerah dan mengikuti Nove. Grin membawa tas yang berisi pakaian, buku, serta makanan yang dimasukkan Fran seolah aku akan tinggal sebulan. Ayah tidak ikut karena sedang menghadiri pertemuan pertahanan di wilayah lain bersama wakil Mith. Ia memberi izin setelah melihat rencana kunjungan, menambahkan terlalu banyak pengawal, lalu akhirnya menerima pengurangan yang diajukan Linn.
Carl dan Nero datang melalui jalur Terium. Keduanya tinggal di tempat peristirahatan luar bersama pendamping. Nymph hadir dengan pengajarnya dan ayahnya, sebagai bagian pengamatan kemampuan spirit di daerah yang telah dibuka untuk tim belajar. Hana masih bekerja bersama kelompok Listo dan tidak diminta meninggalkan tugasnya untuk menemaniku.
Kami bukan regu yang dikirim membuka gerbang.
Para ahli sudah menggunakan tanah yang pernah dipulihkan untuk membantu memperbaiki bagian pengawasan luar. Bahan itu tidak membuat seluruh daerah kebal, tetapi membantu lapisan penahan tetap bersih lebih lama. Kini mereka ingin aku mengenali tempat hasil pekerjaanku digunakan, bukan membayangkan segala sesuatu dari satu titik pada peta.
Seorang utusan klan pengubah wujud menemui Linn di halaman. Namanya Tarin. Ia berasal dari klan black panther, bertubuh tinggi dengan bekas luka pada satu pipi. Ketika aku memperkenalkan diri, matanya sempat tertahan pada lambang Peranto di jubahku.
'Pangeran Luca tidak datang?' tanyanya.
'Masih di istana. Ash juga.'
Tarin mengangguk setelah mendengar nama itu. Ia mengetahui kisah panther yang diselamatkan seorang pangeran kecil bertahun-tahun lalu. Namun ia tidak berusaha membuat cerita indah tentang seluruh perbuatan klannya. Peperangan lama telah meninggalkan banyak korban, termasuk binatang yang dijadikan senjata.
Aku ingin bertanya lebih banyak, tetapi Linn mengingatkan bahwa utusan itu datang untuk membahas pengawasan jalur klan. Mereka tidak terikat sebagai bagian dari salah satu kekaisaran. Bantuan dan lintasan pasukan harus dibicarakan, bukan diputuskan dengan menancapkan bendera Peranto pada tanah mereka.
Dari jendela ruang pengamatan, aku melihat beberapa ahli meletakkan wadah bahan di dekat batu penahan luar. Dua pengendali pelindung menjaga area kerja, sementara petugas lain memeriksa tanda pada permukaan batu. Tidak ada yang memanggilku untuk membuat seluruh bukit menghijau.
Carl berdiri di samping jendela tanpa menyentuh bingkainya.
'Kau takut?' tanyaku.
'Sedikit.'
Nymph yang sedang memeriksa catatan menoleh. Dalam latihan bersama beberapa bulan sebelumnya, Carl mengizinkannya mempelajari cara memanggil perhatian spiritnya sebelum serangan dimulai. Bukan untuk merampas seluruh kendalinya, dan bukan untuk menjadikan Nymph penjaga yang tidak boleh meninggalkannya.
Hari pertama latihan itu membuat Nymph pusing. Suara yang didengarnya terasa lebih keras daripada spirit lain yang biasa ia temui. Ia belajar berhenti, sementara Carl belajar memberitahunya ketika tubuhnya mulai terasa berbeda. Pengajar mereka tidak menyimpulkan bahwa satu percobaan berhasil berarti Bencana kini aman dipakai.
'Kalau aku bilang berhenti hari ini, kau masih mengizinkan?' tanyanya.
Carl mengangguk. 'Tapi bilang kepadaku juga.'
'Aku akan bilang.'
Nero memandang mereka, kemudian memilih kursi yang tidak terlalu dekat jendela. Ia membuka buku dan mengatakan seseorang harus bersiap menggambar jika kunjungan kami ternyata hanya berisi orang dewasa memindahkan batu. Aku tertawa dan mengambil kertas sendiri.
Menjelang siang, lapisan batu luar berhasil diperiksa. Linn masuk membawa kabar bahwa kami boleh melihat contoh guratan yang telah dipindahkan ke halaman dalam. Bukan mengambilnya langsung dari lereng yang sedang dikerjakan. Pengajar menjelaskan susunannya dengan beberapa istilah yang masih harus kutanyakan dua kali.
Aku sedang menyalin satu tanda ketika lonceng berbunyi.
Bukan lonceng istana yang menandai waktu makan. Bunyi pertama disusul dua ketukan cepat, dan seluruh orang dewasa bergerak tanpa menunggu penjelasan lain. Pengawal menutup pintu luar. Linn berbalik kepada kami.
'Ke ruang belakang. Sekarang.'
Aku berdiri terlalu cepat sampai kursiku jatuh. Nove sudah berada di sisiku, Grin di depan Nero. Baron Eradlo menggandeng Nymph, sementara pendamping Carl mengarahkan kami menuju lorong yang tidak berjendela ke arah bukit.
Dari luar terdengar benturan.
Kami tidak dapat melihatnya, tetapi seorang petugas berlari melewati pintu membawa kabar bahwa sesuatu muncul dari tanah rusak di luar lapisan utama. Gerbang belum terbuka. Makhluk kecil yang terbentuk dari pengaruh hitam menerobos area kerja, menyerang pengawal yang belum sempat kembali ke balik dinding.
Tarin membantu menarik seorang petugas melalui pintu samping. Lengan lelaki itu terluka. Bau tanah basah dan sesuatu yang pahit masuk bersama mereka.
Carl berhenti di dekat bangku.
Aku melihat tangannya sebelum ia berbicara. Jari-jarinya menegang, dan permukaan air dalam cangkir di atas meja bergetar. Tidak ada serangan keluar, tetapi udara di sekitarnya terasa berubah.
'Carl,' panggil Nymph.
'Aku tahu.'
Ia berusaha melangkah menjauh dari orang yang terluka. Pendampingnya memberi tempat, tidak menahan kedua lengannya dengan panik. Nero sudah berdiri, wajahnya pucat, tetapi ia tidak meneriakkan tuduhan bahwa saudaranya akan menghancurkan kami.
Benturan kedua membuat serpihan kayu jatuh dari sisi pintu.
Aku mengangkat telapak. Pelindung yang selama ini hanya berhadapan dengan alat latihan muncul di depan kami, tipis dan bergetar. Satu serpihan memantul, yang lain jatuh mengenai lantai di dekat kakiku. Grin menarik Nero ke balik bangku, sementara Nove membantu orang terluka bergerak ke ruang perawatan.
Aku mendengar Nymph meminta Carl duduk dan mendengarkan suaranya. Ia tidak memanggil kekuatan itu untuk menyerang makhluk di luar. Ia hanya berusaha menahan perhatian spirit yang mulai bergerak, memberi waktu agar Carl dapat mengenali tubuhnya sendiri.
Poppy menyentuh bahuku dari balik kerah.
'Jangan menahan seluruh ruangan,' katanya. 'Lindungi jalan yang sedang mereka lewati.'
Aku menggeser tangan, menyempitkan cahaya pada bagian pintu. Dari sisi lain terdengar perintah Linn dan deru angin yang pernah mengangkat ayah serta kelima kakakku dari kamar bayi. Kali ini angin itu tidak membawa bantal. Ia menahan sesuatu yang sedang mencoba masuk, sementara kami membawa seorang manusia yang terluka menuju tempat yang lebih aman.