Perempuan itu tidak membawa permohonan pemulihan ladang.
Ia berdiri di ruang penerimaan dengan sebuah peti kecil di kedua tangan. Gaunnya bersih, tetapi ujung lengannya sudah menipis. Seorang anak laki-laki yang sedikit lebih tua dariku menunggu di sampingnya, menatap karpet dan tidak menyentuh kue yang ditawarkan pelayan.
Aku sedang bersama Mith ketika Linn membawa kabar tentang permohonannya. Ia meminta bertemu kaisar mengenai seorang penjaga kandang yang dihukum mati beberapa tahun lalu. Petugas penerimaan semula mengirimnya untuk mengurus bantuan keluarga, tetapi ia kembali karena merasa urusannya bukan sekadar meminta uang.
Fran menerima mereka setelah Linn memeriksa identitas dan catatan perkara.
Aku tidak hadir dalam pertemuan pertama. Mith juga menunggu di luar. Dari lorong tidak terdengar bentakan, hanya pintu yang dibuka dan langkah perempuan itu ketika ia keluar masih membawa petinya. Anak laki-laki tadi menatapku sebentar. Tidak ada kekaguman dalam pandangannya, dan aku tidak tahu harus meletakkan kedua tanganku di mana.
Malam itu Fran tidak datang makan bersama kami. Linn mengatakan ia meminta seluruh catatan perkara tersebut. Mith mengetuk ruang kerjanya setelah makan, lalu kembali tanpa membawa penjelasan untuk kami.
Aku menyusul beberapa saat kemudian.
Di atas meja terletak salinan perintah bersegel kekaisaran. Aku mengenali tanda tangan Fran meskipun tidak membaca seluruh isinya. Ayahku memandang kertas itu dengan wajah yang tidak pernah kulihat ketika ia membakar tumpukan usul pesta yang dianggapnya membosankan.
'Kau tahu penjaga kandang itu?' tanyaku.
Ia mengangguk. 'Aku menjatuhkan hukumannya.'
Seekor kuda dalam rombongan istana jatuh sakit. Penjaga kandang dituduh membiarkan pakan rusak dan mengancam keselamatan keluarga kekaisaran. Pemeriksaan dilakukan tergesa-gesa. Keterangan tentang pemasok pakan tidak selesai didengar sebelum perintah hukuman ditandatangani.
Perempuan yang datang hari ini adalah istrinya. Di dalam peti ia menyimpan surat suaminya yang meminta pemeriksaan karung pakan dari gudang lain. Surat itu pernah diserahkan, tetapi tidak pernah sampai ke meja yang benar sebelum lelaki itu mati.
'Apakah dia tidak bersalah?'
'Ada bukti yang tidak diperiksa. Aku membiarkan hukuman dijalankan sebelum membacanya.'
Fran tidak menyalahkan petugas yang menyimpan surat itu lebih dahulu. Ia memandang segelnya sendiri. Aku teringat betapa sering aku merasa lega hanya karena ayahku berhenti mengancam setelah melihat wajahku.
Bagaimana jika seseorang dihukum ketika aku tidak berada di ruangan?
Aku duduk di kursi, tetapi tidak naik ke pangkuannya. Ada jarak pendek yang tidak dapat kuatasi hanya dengan mengatakan aku masih menyayanginya.
'Ayah akan memanggil mereka lagi?'
'Setelah pemeriksaan ulang selesai. Jika mereka bersedia datang.'
Pemeriksaan itu memakan beberapa bulan. Perempuan dan anaknya mendapat tempat tinggal selama urusannya berlangsung, tanpa diminta tetap berada di istana. Para pemeriksa menelusuri gudang, laporan penyakit kuda, dan surat yang terlambat dibaca. Pemasok yang mengganti isi karung masih hidup. Catatan penjualannya membantu membuktikan bahwa penjaga kandang telah melaporkan masalah sebelum kuda dibawa ke rombongan.
Nama lelaki itu akhirnya dibersihkan secara resmi.
Fran menerima istrinya sekali lagi. Kali ini aku datang hanya setelah perempuan itu menyatakan tidak keberatan, dan aku duduk jauh dari kursi utamanya bersama Mith. Ayahku tidak memakai pakaian perayaan. Ia membacakan hasil pemeriksaan, kemudian mengucapkan bahwa perintahnya telah membunuh orang yang seharusnya mendapat kesempatan membela diri.
'Aku tidak dapat mengembalikan suamimu,' katanya.
Perempuan itu memegang petinya sampai buku jarinya memutih. 'Saya tahu.'
Tidak ada kata pengampunan. Fran menawarkan pemulihan hak keluarga, pembayaran penghasilan yang hilang, dan pengumuman hasil perkara agar anaknya tidak lagi disebut putra penjahat. Perempuan itu menerima dokumen untuk diperiksa bersama pendampingnya. Ia tidak menerima undangan makan.
Anaknya tetap menatap lantai ketika mereka pergi.
Aku tidak mengejar untuk meminta ia melihat ayahku dengan cara yang sama seperti aku. Aku hanya menunggu sampai mereka melewati pintu, lalu mendekati Fran yang masih berdiri di depan kursinya.
'Kalau aku memeluk Ayah, itu tidak berarti mereka harus memaafkan,' kataku.
Ia mengangguk, dan aku melingkarkan tangan di pinggangnya. Pelukannya terasa berat. Untuk pertama kalinya aku tidak berharap kedekatan kami langsung membuat segala hal menjadi lebih mudah.
Beberapa minggu setelah itu, Linn memastikan dokumen pemulihan hak telah sampai ke tempat tinggal mereka. Rumah yang dahulu disita dikembalikan dan catatan kesalahan pada nama ayah anak itu dihapus dari daftar wilayah. Kabar pelaksanaannya disampaikan kepada keluarga tersebut, bukan hanya disimpan sebagai keputusan indah di meja kaisar. Perempuan itu memilih pulang. Ia tidak ingin anaknya tumbuh di istana yang masih membuatnya mengingat pintu penjara.
Mith mulai bekerja bersama para hakim dan perwakilan wilayah untuk meninjau perkara serupa. Bukan semua hukuman dihapus, dan bukan setiap permohonan terbukti benar. Namun mereka yang selama ini takut menyampaikan bantahan memiliki tempat yang tidak langsung menghadap kemarahan kaisar.
Fran menandatangani aturan baru sebelum ulang tahunku yang kesepuluh. Hukuman mati di luar pertempuran tidak boleh langsung dijalankan hanya berdasarkan perintah lisan keluarga kekaisaran. Ada pemeriksaan, kesempatan membantah, dan pengesahan majelis yang catatannya disimpan. Mith meminta namanya serta nama adik-adiknya dicantumkan sebagai pihak yang juga tunduk pada aturan itu.
Beberapa bangsawan menganggap putra mahkota sedang melemahkan keluarganya. Mith menjawab di depan rapat, bukan dengan api.
'Jika kami tidak dapat menjelaskan hukuman yang kami jatuhkan, kami tidak patut menuntut rakyat mempercayainya.'
Aku mendengar kalimat itu dari balik pintu yang dibuka untuk peninjau, bersama Lace dan beberapa murid lain yang sedang mempelajari pemerintahan. Aku tidak langsung memahami seluruh keberatan para bangsawan. Tetapi aku mengenali perbedaan antara menunggu suasana hati ayahku membaik dan memiliki sesuatu yang bisa digunakan ketika ia sedang marah.
Pada sore penandatanganan, Fran datang ke taman tanpa mahkota. Ia duduk di dekatku saat aku sedang menyalin surat Carl. Tidak ada yang dibicarakannya tentang menjadi kaisar paling baik.
Ia hanya bertanya apakah aku masih ingin mendengar cerita tentang Rein. Aku menggeser kertas dan menyediakan tempat. Kisah ayahku belum menjadi bersih karena sebuah aturan baru, tetapi untuk sore itu ia tetap harus belajar berbicara tanpa menyembunyikan bagian yang menyakitkan.