Tiba-tiba, gagang pintu dalam cengkraman kuat Bambang terlepas. Membuat tubuhnya terjungkal, menghantam sisi belakang sandaran salah satu kursi di belakang tubuhnya. Kursi itu terdorong sampai tubuhnya terduduk di atas permukaan lantai. Empat kaki pada kursi itu bergesekan dengan permukaan lantai keramik, menciptakan suara gemericit yang cukup membuat ngilu gendang telinga.
Kini bukan hanya punggung Bambang yang merasakan nyeri, bantalan daging paling bawah tubuhnya pun turut merasakannya. Ia hanya meringis dengan mulut terbuka, menahan rasa sakit pada punggung dan bantalan daging paling bawah tubuhnya.
"Itu ada makanan buat kamu." Satria, ayah Bambang tiba-tiba berdiri di ambang keluar dan masuk ruang dapur. Ia menoleh ke kiri, mendapati anak lelakinya yang tengah duduk di atas lantai b