Bambang berjalan menapaki ruang dapur. Wajahnya menunduk untuk menyusuri permukaan lantai keramik dalam ruang dapur. Kedua bola matanya bergerak ke kiri dan kanan bergantian, tertuju ke setiap sudut dan celah yang ia lihat. "Duuh, ke mana sih pegangan lemarinya jatuh?" bisiknya dalam hati, bertanya dengan kesal kepada dirinya sendiri selagi kedua bola mata bersama kepalanya terus bergerak ke kanan dan kiri. Langkahnya mengitari meja makan seraya menyusuri permukaan lantai dalam ruang dapur. Saat menundukkan sedikit badan, sorot matanya tertuju pada bagian bawah meja makan dan didapatinya sebuah benda bundar kecil berwarna merah yang diyakininya bahwa benda itu adalah sebuah gagang pintu lemari yang dicarinya sejak tadi.
"Nah!" Bambang mengembangkan senyumnya sembari cepat membentangkan ta