Bambang merasakan indera pendengaran di kedua telinganya kembali berfungsi, namun kedua kelopak yang menutupi matanya masih belum cukup kuat untuk terangkat. Didengarnya deru suara televisi yang berasal dari arah bawah lantai lotengnya.
"Selamat malam para pemirsa. Saya mewakili permintaan manajemen tentang tantangan untuk kepada semua pemirsa, baik di sini maupun yang menonton di sana, ..." Suara lelaki pembawa acara terdengar sangat lantang, "... Kalian semua!" Suaranya semakin meninggi, "Kami memberikan kesempatan untuk menjadi penantang yang akan melawan petarung juara andalan kami. Hadiahnya jangan ditanya lagi. Uang tunai dengan jumlah fantastis, liburan ke luar negri, dan ditambah pelatihan eksklusif yang dibimbing atlet profesional di luar negri." Kemudian suara riuh penonton di a