"Uwa, itu Bambangnya nggak apa-apa?" tanya Owel terkejut, menatap Satria kemudian beralih menatap bagian bawah lantai loteng ketika mendengar suara teriakan Bambang tepat di arahnya menatap.
Satria hanya menggeleng dengan wajah datar yang menyimpan amarah begitu besar terhadap Bambang. Ia berbalik dan mulai melangkah menuruni anak tangga.
Owel mengerti, ditunjukkannya dengan anggukan kecil. Melihat Satria ayahnya Bambang berbalik dan turun tangga, ia pun juga ikut berbalik dan menuruni tangga dengan lebih cepat agar tidak menghalangi jalan Satria.
Owel lebih dulu menduduki sofa, dan diikuti oleh ayahnya Bambang di sebelahnya. Kepalanya menoleh ke kiri, menatap Satria ayahnya Bambang.
"Uwa, kok Bambang bisa pingsan?" tanya Owel menatap pamannya dengan tatapan selidik.
Satria menghela n