Satria ayahnya Bambang bersama Owel sedang berdiri menghadap ke sebuah sofa cokelat. Masing-masing pasang mata mereka terpaku pada tubuh Bambang yang terbaring di atas sofa tersebut. Menunggu Bambang untuk sadar. Beberapa detik berlaku, mereka berdua akhirnya melihat mata Bambang yang perlahan membuka, mengerjap beberapa kali, dan memicingkan kedua mata.
Bambang melihat berkas cahaya yang berpendar dari sebuah bola lampu tepat di langit-langit, tepat menghadap ke arah matanya. Kedua matanya memicing menerima cahaya yang masuk ke dalam retinanya. Kepalanya menoleh ke kiri, menghindar dari cahaya yang mengguyur kedua matanya. Detik berikutnya, ia melihat dua sosok lelaki, namun penglihatannya masih buram; seorang lelaki paruh baya; dan seorang lelaki bertubuh sedikit gempal. Mengucak kedua