Solihin bersama keempat lelaki berseragam merah sedang berdiri di luar mobil bak terbuka berwarna merah. Ia dan keempat lelaki itu tampak gelisah.
"Huh! Mana sih nih si Anton?" dengus Solihin sembari menyandarkan tubuhnya pada bagian bak belakang mobil dengan posisi kedua tangan menikah ke depan. Kepalanya menoleh ke kiri dengan raut khawatir. Menatap tepat ke arah dalam jalan sempit di mana Anton melanglang.
Beberapa saat, datanglah sosok lelaki yang membuatnya bersama keempat petugas Damkar sejak tadi gelisah.
Solihin menjuntaikan kedua tangannya yang tadi menyilang ke bawah seiring berbalik ke arah kiri tepat menyambut kedatangan Anton yang semakin dekat. Namun, bukan Anton yang menjadi perhatiannya, dua sosok lelaki yang di balik Anton-lah yang sekarang membuat kedua matanya memicin