Deru mesin mobil bak terbuka berwarna merah mulai bergetar dengan raungan yang berat, disusul dengan suara sirine yang khas. Perlahan keempat rodanya berputar seiring berjalan maju, semakin lama, semakin cepat menerobos kemacetan jalan raya yang telah dipenuhi oleh pengguna jalan yang berseliweran menunggu puncak acara malam pergantian tahun sebentar lagi akan berlangsung.
Anton terlihat memberitahu arah jalan kepada pengemudi mobil bak terbuka yang duduk di dalam kabin mobil tepat di belakang stir.
Solihin tampak bingung, menyadari mobil bak terbuka yang ia naiki berjalan melalui arah yang berbeda dengan arah Bambang datang. Ia menepuk pundak Anton yang duduk di dalam kabin, di sebelah petugas yang menyetir, "Nton, ini bener ngga jalannya?"
"Iya bener, loe tenang aja, Hin," jawab Anton