Jalan raya sangat ramai dengan hiruk-pikuk dan deru mesin alat transportasi yang melintas. Bambang dengan sangat elegan menyalip satu per satu kendaraan beroda dua dan empat yang menghalangi jalan di depan motor matiknya. Sesekali tangan kirinya meraih selembar kertas tebal berwarna merah, dan menatap bagian belakang kertas tebal itu. Melihat denah di sisi belakang surat undangan pernikahan. Mengikuti arahan denah untuk menuju rumah mempelai yang tertera pada gambar denah di undangan tersebut.
Setelah beberapa jalan raya lurus dan belokan ke kiri dan kanan, akhirnya Bambang dari kejauhan melihat sebuah tenda berwarna biru yang tiang-tiangnya menancap di atas permukaan tanah.
"Kayaknya aku udah sampai," gumam Bambang sembari mengangguk pelan tapi pasti, wajahnya menunjukkan keyakinan. Pan