Lima hari sudah berlalu. Setiap pagi hari selama lima hari itu, saat Owel mengelap motor atau mencuci motor, ia selalu mendapati Bambang yang lebih dulu menyapanya. Tapi, ia masih heran dengan tingkah aneh yang ditunjukkan Bambang.
"Nggak biasanya si Bambang kayak gitu," gumam Owel dalam hati sembari menunjukkan lipatan di dahinya—setiap pagi setelah Bambang melemparkan sapaan beserta senyuman kepadanya. Bahkan dari hari ke hari, ia melihat senyum lebar yang terkembang dan semakin terkembang dari mulut Bambang. Pernah ia menanyakan kepada Bambang, Loe kenapa sih Mbang? Nggak biasanya loe gue liat senyum kalau pagi. Alih-alih mendapat jawaban, Bambang selalu pergi menghindar dari pertanyaan itu.
Bukan hanya Owel yang merasa heran dengan keanehan tingkah Bambang. Rudi dan Nanda pun merasak