Berdiri lama menatap bayangan wajahnya dari pantulan cermin persegi panjang yang menempel di dinding dalam kamar kecil. Sesaat wajahnya dalam cermin berubah menjadi Lala yang melempar senyum padanya, namun sekarang bukan bahagia yang ia rasakan. Sebaliknya, ia merasakan kepedihan hati secara bersamaan dengan remasan di jantungnya. "Lala, kamu kok nggak nungguin aku? Kok kamu ninggalin aku sama cowok lain? Emangnya aku kurang apa? Bukannya aku udah ngasih seluruh perhatian aku ke kamu? Aku udah ngorbanin seluruh jiwa dan ragaku buat kamu, La," Bambang membatin dan tak kuasa menahan bendungan air mata yang meluap karena besarnya rasa kecewa.
Tok tok tok....
Bambang terkesiap dan tersadar dari keterpurukannya ketika mendengar suara ketukan pintu dari bagian luar pintu kamar kecil. Dengan ce