Bambang tersenyum tipis dengan menunjukkan sudut kiri bibirnya saat kedua matanya mendapati keponakannya yang menyerah dan telah berlalu pergi menuju ruang dapur mendatangi Eti.
"Hmmh, nanya melulu sih itu anak," gumam Bambang sambil menggeleng pelan saat kepalanya tertuju ke mana langkah keponakannya menuju. Detik berikutnya, ia kembali melangkah masuk, melewati pintu utama. Saat berada dekat dengan sebuah meja persegi panjang berkaki rendah yang berada di depan sofa, langkahnya terhenti. Diangkatnya tangan kirinya yang masih memegang sebuah botol kaca kosong. Kedua keningnya mengkerut saat matanya terpaku menatap botol kaca tersebut, "Kalau botol ini aku bawa ke loteng, itu malah ngerepotin," pikirnya sambil menyudutkan kedua matanya ke arah kanan, kemudian bibirnya perlahan menyungging