Bambang menolehkan kepalanya kembali ke arah pintu kamar kecil yang masih tertutup rapat dengan seseorang di dalam kamar kecil tersebut. "Kalau aku nungguin sampai kak Eti selesai, entar aku malah nggak sempat buat nyamperin Lala," gumam Bambang dalam hati dengan memasang wajah gelisah. Ia menghela nafas untuk meredakan rasa kegelisahan hatinya. Tiba-tiba, kedua indera pendengarannya menangkap suara khas pintu kulkas yang dibuka seseorang. Kepalanya langsung menoleh ke belakang, menatap ke arah di mana suara pintu kulkas terbuka itu berasal. Penglihatan kedua matanya mendapati ayahnya sedang mengulurkan tangan ke arah sebuah botol kaca berisi air es dari dalam kulkas, kemudian ayahnya membawa botol kaca berisi air es itu keluar dari ruang dapur.
"Oh iya, kok aku bisa lupa sih!" gumam Bamb