BRANG! BRUK! PRANG! BAK!
Kedua telinga Bambang menangkap bunyi memekakkan dari arah bawah lantai lotengnya. Suara kaleng bekas yang dipukul-pukul tak beraturan. Kedua matanya langsung membuka dan membulat lebar dengan tajam. Begitu jelas terlihat semburat merah pada kedua bola matanya, menandakan tidurnya belum cukup puas.
"Huh!" dengus Bambang kesal sembari mengarahkan telapak tangan kirinya untuk mengacak-acak rambutnya sementara suara pukulan kaleng bekas tak kunjung berhenti. Dengan bantuan topangan kedua tangannya, tubuhnya dengan cepat untuk beranjak duduk. Namun, telapak tangan kanannya tidak sengaja menyentuh basah pada benda empuk yang sepanjang malam menyangga leher dan kepalanya.
PRANG! BRUK! PANG!
Bambang langsung menempelkan kedua telapak tangannya pada masing-masing luban