Lala lagi-lagi menundukkan wajahnya, kedua telapak tangannya bertopang di atas paha, menyembunyikan bibirnya yang melengkung ke bawah.
Bambang mengerutkan kedua keningnya, menatap Lala dengan tatapan heran. Detik berikutnya, kedua matanya menangkap butiran-butiran bening yang jatuh berasal dari wajah Lala yang ditatapnya. Butiran-butiran bening itu mendarat tepat di atas punggung tangan Lala.
"Kamu kok nangis, La?" tanya Bambang pelan sambil menurunkan kepalanya dengan sedikit miring ke kanan untuk mencoba menengok wajah Lala yang tertunduk.
Lala mengangkat tangan kanannya yang langsung mengusap pipi kanan dan pipi kirinya yang basah bergantian. Kepalanya perlahan terangkat dan mengarahkan wajahnya ke arah tatapan lelaki yang duduk di samping kanannya. Bibirnya masih mengatup rapat dan