Setelah mengambil makanan, mereka mencari tempat duduk. Ada satu meja yang belum penuh, hanya diisi tiga orang: Antoni, Ezra, dan Mika, teman sekelas Arman dulu, IPA 2.
"Eh, kembarannya Arman!" seru Antoni begitu melihat Arsya mendekat.
"Masih mirip kali kalian, cuma beda aura saja sekarang," tambah Mika sambil tertawa.
Mereka saling berjabat tangan dan duduk bersama. Tidak ada yang bertanya kenapa Arman tidak datang. Di grup sudah dibahas bahwa Arman tidak bisa hadir, dan mereka pun masih sering kontak dengannya.
"Lagi libur kau ya?" tanya Ezra.
"Iya, sudah tiga minggu aku di sini. Minggu depan pulang lagi," jawab Arsya.
"Katanya si Bihan anak IPS ada yang di UK juga, loh. Nggak ada kontak sama kau, Sya?"
"Nggak ada. Di kota apa dia?"
"Kurang tahu juga aku. Cuma dengar - dengar sa