"Nomor teleponmu masih yang lama?" tanya Sandra lagi ke Arsya.
"Masih."
"Kayaknya kamu belum buka blokiran aku."
Arsya mengernyit. "Apa iya? Kayaknya aku nggak blokir kamu. Cuma nomormu memang sudah kuhapus."
"Ih, Arsya gitu. Berarti selain bokir, kamu sudah hapus nomor aku. Masa kamu nggak ingat?"
Suaranya dibuat manja.
Dede menahan diri agar tidak memutar mata.
"Aku mau kita kontak lagi. Jangan putus silaturahmi, dong," lanjut Sandra.
Arsya menjawab ringan, "Kontakku sekarang selalu diawasi sama pacarku. Nggak bisa sembarangan. Minta izin dulu sama dia. Kalo sudah oke, baru kubuka."
"Oh, itu pacarmu? Bukannya dulu kamu bilang itu sahabatmu, ya?"
Sindiran itu jelas mengarah ke Dede.
Arsya tertawa santai. "Itulah, aku kemakan omongan sendiri. Ternyata aku cinta kali sama sahaba