"Apa?" suara Tanti tiba - tiba terdengar, lalu wajahnya muncul di sebelah Arman. Wajahnya ceria, walaupun masih ada sedikit sembab di matanya yang tidak sepenuhnya hilang.
"Tangannya berminyak, lagi megang ayam sama kentang," jawab Arman.
"O lagi di mana klian rupanya?" tanya Dede, berusaha menyembunyikan senyum kemenangannya yang batal.
"Di tempat makan ini lah ... di bawah apartemennya Tanti, Belum makan kawanmu ini dari siang, unjuk rasa, dia," jawab Arman.
"Ooo ..."
Dede terheran - heran melihat gaya santai mereka, padahal tadi sudah mau kayak perang dunia ketiga.
"Sudah damai ya dunia persilatan, bang?" sela Arsya tiba - tiba dari layar sebelah.
Arman tersenyum tipis. "Aman."
"Alot nggak lawan?"
"Mana lah ... besar gertak aja dia," jawab Arman sambil melirik Tanti.
Tanti lan