"Iya .."
Tanti masuk ke kamar untuk mengganti baju. Arman duduk di sofa yang nanti akan menjadi tempat tidurnya. Ia menatap ruangan itu sebentar. Sederhana, rapi, hangat. Unit ini pilihan mereka tahun lalu. Ia membayangkan betapa sendirinya Tanti tadi sore, menangis di balkon tanpa ada yang memeluk.
Tak lama, Tanti keluar dengan pakaian santai. Mereka turun bersama menuju area bawah apartemen. Udara malam cukup sejuk. Restoran cepat saji yang mereka tuju masih buka. Lampunya terang dan hampir kosong.
Mereka memesan ayam goreng, kentang, dan minuman. Arman yang tadi mengaku sudah kenyang akhirnya tergoda juga ketika Tanti memesan burger tambahan di minimarket sebelah.
"Kalo aku gendut, kamu tanggung jawab," kata Arman sambil membuka bungkus burger.
"Iya, aku tanggung jawab. Kubikin aja