Sekitar pukul sembilan, Mama Indah melirik jam di pergelangan tangannya. "Sudah jam sembilan, kita pulang yuk."
"Iya, sudah malam," sahut Mama Ida. "Besok masih ada aktivitas lagi."
Arman dan Arsya otomatis berdiri saat melihat orang tua Dede dan Tanti bersiap.
"Aku antar ya," ujar Arman pelan ke Tanti.
Belum sempat Tanti menjawab, Mama Ida sudah angkat suara karena ia bisa mendengar ucapan Arman barusan, padahal pelan, "Masih ada hari esok, bang. Sudah sepanjang hari kalian pigi, masih kurang juga? Memangnya mau becakap apa lagi sih kalian di jalan, kok nggak ada habis - habisnya?" tanyanya heran.
Suasana langsung meledak oleh tawa para orang tua.
Arman pura - pura mengelus d**a. "Tante Ida ini, kejam kali."
"Kayak nggak pernah muda aja, Mama Ida ini," bela Mama Ana sambil tertawa.