Mama Ana memang tidak pernah setengah - setengah kalau menjamu tamu, dia banyak belajar dari keluarga mertuanya. Apalagi malam ini yang datang bukan orang lain. Keluarga Dede dan keluarga Tanti, bukan hanya teman akrab tapi juga calon besan mereka.
Di meja makan, suasana cair tanpa canggung. Tidak ada pembicaraan serius soal masa depan anak - anak. Tidak ada kata 'besan' yang diucapkan terang - terangan. Seolah - olah semua sepakat dalam diam, biarlah anak - anak ini menyelesaikan kuliah mereka dulu, biarlah waktu yang menguji. Harapan boleh ada, tapi tidak perlu diumumkan.
Arsya duduk di samping Dede, sementara Arman bersebelahan dengan Tanti. Seolah tidak ada yang mau jauh dari pasangan masing - masing. Tidak ada orangtua yang berkomentar soal posisi tersebut.
"Jangan sering - sering