Di meja belajar, ada foto mereka berempat: Arman, Arsya, dirinya, dan Tanti. Foto lama saat mereka liburan waktu SMA dulu.
Dede tersenyum sendiri.
Beberapa menit kemudian, pintu kamar mandi terbuka. Arsya keluar dengan rambut basah dan kaos baru.
"Segar kali rasanya mandi pagi di Medan," katanya sambil mengeringkan rambut dengan handuk.
"Ya jangan disamakan sama Manchester lah."
Arsya mendekat, lalu berlutut tepat di depan Dede agar wajah mereka sejajar satu garis lurus. Tangannya bertumpu dipaha Dede.
"Kamu nggak nyesal kan aku pulang?"
Dede menatapnya.
"Kenapa harus nyesal?"
"Karena aku jadi ganggu jadwalmu."
"Belum mulai kuliah aku, ini kan kegiatan sosial aja."
Arsya tertawa kecil, lalu lebih mendekatkan lagi wajahnya.
"Coba bilang dulu."
"Bilang apa?"
"Perasaanmu lihat a