"Sya... ayolah bangun, kusut bajuku nanti."
"Nggak usah pakai baju kalau gitu."
Ternyata Arsya bisa juga menyahut, berarti dia sudah bangun.
"Heh ... enak kali mulutmu itu ya."
"Emang enak, kan tadi malam sudah dicoba, mau lagi? Tapi aku gosok gigi dulu bentar ya."
"Ckk ... mandi, Sya ... cepatlah."
Dede tidak bisa melihat wajah Arsya karena tersembunyi di lehernya. Ia hanya merasakan napas hangat menyentuh kulitnya. Napas yang teratur, santai, seolah tidak ada kejadian heboh apa - apa.
Hanya Dede yang heboh sendiri.
Posisinya benar - benar tidak aman. Tubuhnya terlentang, dipeluk dari samping, kaki Arsya nyaman sekali menindih pahanya, tangannya melingkar erat di perutnya. Kalau ada yang melihat, isa berpikir macam - macam.
"Kalau Om Kana sama Tante Ana masuk, mau jadi apalah kit