Arsya melirik tangan itu sebentar, lalu kembali menatap wajah Dede.
"Surprise ku berhasil?" tanyanya pelan.
Dede menarik napas, lalu menghembuskannya perlahan.
"Iya," jawabnya akhirnya. "Berhasil bikin aku syok."
"Senang nggak?"
Dede menatapnya beberapa detik.
Lalu pelan sekali, hampir tidak terdengar.
"Iya."
Dan sejak ia duduk di kursi itu, degup jantung Arsya terasa lebih tenang, karena semua rasa lelah, jet lag, dua jam tidur, perjalanan panjang dari Manchester sampai Medan, sudah terbayar lunas di satu meja kecil di dalam resto mall itu.
---
Setelah tawa dan sindiran di meja itu mulai mereda, Arman sengaja melirik jam tangannya.
"Tan, kita mau pulang sekarang, nggak?"
Tanti langsung menangkap kode itu.
"Yuk, aku janji pulang cepat juga tadi."
Dede menatap mereka curiga.