Arman, Tanti, dan Dede berdiri di tengah lobi, menunggu panggilan masuk studio. Mereka bahkan belum sempat membeli apa - apa karena antrean makanan terlihat seperti tidak ada ujungnya.
Dede beberapa kali mengecek ponselnya.
Layar chat itu masih sama.
Belum ada balasan dari Arsya.
Voice note yang ia kirim pagi tadi belum juga didengar. Satu centang abu - abu.
Mungkin Arsya belum bangun. Perbedaan waktu memang jadi masalah, karena di Manchester sekarang masih pagi buta. Atau mungkin saja sebenarnya Arsya sudah bangun tapi langsung bersiap ke kampus. Atau … memang sengaja belum membalas.
Arman dan Tanti pura - pura tidak memperhatikan kegelisahan Dede yang jelas terlihat dari caranya terus membuka layar ponsel.
"Aku ke toilet dulu," pamit Arman.
Tanti mengangguk. "Iya."
Setelah Arman